Kasus HIV di Pekanbaru Capai 3.700, Pemko Intensifkan Skrining

Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat upaya penanganan HIV melalui skrining aktif, edukasi, dan pengobatan bagi kelompok rentan setelah jumlah kasus kumulatif HIV hingga triwulan I 2026 tercatat mencapai sekitar 3.700 kasus.

May 22, 2026 - 10:58
May 22, 2026 - 10:58
 0
Kasus HIV di Pekanbaru Capai 3.700, Pemko Intensifkan Skrining
Ilustrasi. (Sumber: Diolah dengan AI)

RINGKASAN BERITA: 

  • Kasus HIV kumulatif di Pekanbaru hingga triwulan I 2026 mencapai sekitar 3.700 kasus.
  • Pemko Pekanbaru melakukan skrining aktif dan jemput bola bagi kelompok rentan.
  • Edukasi dan kepatuhan pengobatan menjadi fokus utama untuk memutus rantai penularan.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Tingginya angka kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Pekanbaru mendorong pemerintah daerah memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian.

Hingga triwulan I tahun 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat jumlah kumulatif kasus HIV di ibu kota Provinsi Riau tersebut telah menyentuh sekitar 3.700 kasus.

Wali Kota Agung Nugroho mengatakan, pemerintah kota saat ini terus menggencarkan pemeriksaan kesehatan atau skrining HIV untuk mendeteksi penularan sejak dini.

Langkah tersebut dilakukan agar penanganan medis dapat segera diberikan sehingga risiko berkembang menjadi AIDS bisa ditekan.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan di Jondul untuk pemeriksaan HIV. Kami terus melakukan pemeriksaan,” kata Agung, Jumat (22/5/2026).

Selain pemeriksaan rutin, Pemko Pekanbaru juga menerapkan strategi jemput bola terhadap kelompok masyarakat yang dinilai memiliki risiko tinggi tertular HIV.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperluas akses pengobatan.

Menurut Agung, masih terdapat penderita HIV yang belum rutin menjalani pengobatan atau mengambil obat di fasilitas kesehatan.

Karena itu, edukasi terus dilakukan agar pasien tetap menjalani terapi secara berkala.

“Selama ini orang yang terkena HIV, ada yang aktif mengambil obatnya (ke puskesmas) ada juga yang tidak. Ini kita beri edukasi, kita jemput bola,” jelasnya.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedi Sambudi, menambahkan bahwa pihaknya secara berkala melakukan skrining di sejumlah wilayah yang dianggap rawan penularan, termasuk kawasan lokalisasi.

Ia menilai upaya pemutusan rantai penularan harus dilakukan secara konsisten melalui pemeriksaan, pembinaan masyarakat berisiko, serta penguatan layanan pengobatan.

“HIV ini kan bisa ditularkan secara langsung melalui hubungan seksual, pemakaian jarum suntik, transfusi darah. Kita akan cek, bina lagi masyarakat beresiko,” kata dia.

Dedi juga menyebutkan bahwa jumlah kasus HIV di Pekanbaru saat ini dinilai sudah berada pada titik puncak, sehingga langkah pengawasan dan edukasi harus semakin diperkuat untuk menekan potensi penyebaran baru. (*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow