Forum Puspa Madani Kampar Edukasi Santri Bahaya Bullying, Judi Online hingga Narkoba di Pesantren

Forum Puspa Madani Kabupaten Kampar menggelar sosialisasi anti bullying dan kenakalan remaja di Pondok Pesantren Ustman Bin Affan, Bangkinang Kota. Selain membahas perundungan, para santri juga mendapat edukasi mengenai bahaya narkoba, judi online, pergaulan bebas, hingga pernikahan dini.

Forum Puspa Madani Kampar Edukasi Santri Bahaya Bullying, Judi Online hingga Narkoba di Pesantren
Forum Puspa Madani Kabupaten Kampar menggelar sosialisasi anti bullying dan kenakalan remaja di Pondok Pesantren Ustman Bin Affan, Bangkinang Kota, Senin (18/5/2026). (Sumber: Media Center Kampar)

RINGKASAN BERITA:

  • Forum Puspa Madani Kampar memberikan edukasi kepada santri tentang bullying, narkoba, judi online, dan pernikahan dini.
  • Kegiatan bertujuan membangun budaya santri yang peduli, empati, dan menghargai perbedaan.
  • Orang tua didorong ikut terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan aman bagi anak di rumah dan sekolah.

RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Madani Kabupaten Kampar memperluas edukasi kepada remaja usia sekolah.

Forum ini membahas berbagai persoalan sosial yang mengancam generasi muda, mulai dari bullying (perundungan), narkoba, judi online, hingga pernikahan dini.

Penyuluhan dan pembinaan tersebut digelar di Pondok Pesantren Ustman Bin Affan, Desa Ridan, Kecamatan Bangkinang Kota, Senin (18/5/2026), dengan tajuk “Membangun Generasi Santri Anti Bullying dan Anti Kekerasan”.

Program itu merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung perkembangan pelajar.

Ketua Forum Puspa Madani Kabupaten Kampar, Erni Haerani, S.Pd., MM hadir langsung memberikan materi didampingi sejumlah pengurus forum.

Kegiatan itu turut disambut Mudir Ma’had Pondok Pesantren Ustman Bin Affan, Ustad Yogi Anggara M.Pd bersama para pendidik dan pengurus pesantren.

Perwakilan Forum Puspa Madani, Rani mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan moral kepada pelajar, tenaga pendidik, hingga masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.

“Kegiatan Ini bertujuan untuk menciptakan ruang di mana peserta didik dapat terbuka berbicara tentang pengalaman yang telah bahkan yang sedang mereka alami dan mendapatkan dukungan dari teman-teman sebaya mereka dan juga memberikan pengetahuan tentang bagaimana bertindak secara positif,” katanya.

Menurutnya, para siswa dan santri tidak hanya diberikan pemahaman mengenai bahaya perundungan, tetapi juga diajak belajar saling mendengarkan dan menghargai satu sama lain.

Ia menilai keterlibatan orang tua juga penting dalam upaya pencegahan bullying, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.

“Orang tua akan diminta untuk mendukung inisiatif ini dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak mereka,” ujar Erni.

Dalam kegiatan tersebut, materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada isu bullying, tetapi juga membahas larangan pernikahan dini, bahaya narkoba, pergaulan bebas, serta judi online yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.

Pihak pesantren menyebut para santri terlihat antusias selama mengikuti penyuluhan dan aktif berinteraksi dengan narasumber.

Mudir Ma’had Pondok Pesantren Ustman Bin Affan, Ustad Yogi Anggara mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk budaya santri yang lebih peduli, empati, serta menghargai perbedaan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Forum Puspa Madani Kabupaten Kampar yang secara sukarela memberikan pembinaan dan sosialisasi kepada para santri.

Untuk menambah semangat peserta, Forum Puspa Madani turut membagikan doorprize kepada santri yang mampu menjawab pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan narasumber. (*)