UIN Suska Riau Targetkan Partisipasi Tracer Study Alumni Capai 50 Persen untuk Tingkatkan Mutu Kampus

UIN Suska Riau memperkuat pelacakan alumni melalui workshop tracer study guna meningkatkan kualitas lulusan dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Kampus menargetkan partisipasi alumni dalam pengisian tracer study mencapai minimal 50 persen agar data evaluasi pendidikan lebih valid.

UIN Suska Riau Targetkan Partisipasi Tracer Study Alumni Capai 50 Persen untuk Tingkatkan Mutu Kampus
Kegiatan Workshop Peningkatan Kualitas Pelacakan Alumni (Tracer Study) yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) bersama Career Development Center (CDC) UIN Suska Riau, Senin (18/5/2026). (Sumber: uin-suska.ac.id)

RINGKASAN BERITA:

  • UIN Suska Riau menargetkan partisipasi alumni dalam tracer study mencapai minimal 50 persen.
  • Tracer study dinilai penting untuk evaluasi kurikulum dan peningkatan mutu serta akreditasi kampus.
  • Workshop membahas strategi membantu mahasiswa memperoleh peluang magang dan karier setelah lulus.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau menargetkan tingkat partisipasi alumni dalam pengisian tracer study mencapai minimal 50 persen.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat evaluasi kurikulum, meningkatkan mutu pendidikan, serta memastikan lulusan lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Upaya itu dibahas dalam Workshop Peningkatan Kualitas Pelacakan Alumni (Tracer Study) yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) bersama Career Development Center (CDC) UIN Suska Riau, Senin (18/5/2026), di Ruang Rapat Senat Lantai 5 Gedung Rektorat UIN Suska Riau.

Workshop mengangkat tema “Peran Lembaga dalam Mempersiapkan Mahasiswa Meraih Peluang Magang dan Karier” dengan menghadirkan narasumber Lit Susanti, S.Sos., M.Ak., selaku Pengantar Kerja Ahli Muda Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Provinsi Riau.

Wakil Rektor I UIN Suska Riau, Prof. H. Raihani, M.Ed., Ph.D mengatakan perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar dalam pelaksanaan tracer study karena tingkat partisipasi alumni masih rendah.

Menurutnya, kuesioner yang disebarkan kerap hanya diisi sebagian kecil alumni, padahal data tersebut sangat dibutuhkan oleh program studi dan fakultas dalam mengevaluasi kualitas layanan pendidikan dan kurikulum.

Ia menilai tracer study menjadi instrumen penting untuk mengetahui sejauh mana relevansi lulusan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.

Selain itu, data tracer study juga menjadi salah satu indikator dalam peningkatan mutu dan akreditasi perguruan tinggi.

Prof. Raihani menekankan pentingnya peningkatan soft skill mahasiswa serta evaluasi kurikulum agar lulusan memiliki kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan layanan kepada mahasiswa dan alumni, terutama dalam pengembangan karier dan pelacakan lulusan.

Menurutnya, sinergi antara program studi, universitas, alumni, dan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk menciptakan lulusan yang kompeten dan siap kerja.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan pendidikan global, Prof. Raihani mencontohkan sejumlah universitas luar negeri yang telah memperkuat sistem pendidikan berbasis keterampilan praktis dan kompetensi kerja.

Melalui workshop tersebut, peserta mendapatkan pemahaman terkait strategi pelacakan alumni yang efektif, penguatan sistem pengelolaan data alumni, hingga optimalisasi peran lembaga dalam membantu mahasiswa memperoleh peluang magang dan karier setelah lulus.

Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Karier dan Alumni/CDC UIN Suska Riau itu diikuti sivitas akademika serta pengelola tracer study di lingkungan universitas.

UIN Suska Riau berharap hasil workshop dapat meningkatkan kualitas pengelolaan data alumni sekaligus memperkuat kontribusi lulusan di dunia kerja maupun masyarakat. (*)