Tarjih Muhammadiyah Dibahas di Pekanbaru, Seminar Internasional Kupas Ijtihad Islam Global
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menggelar Sosialisasi Tarjih dan Seminar Internasional Ketarjihan di Universitas Muhammadiyah Riau, Pekanbaru. Forum ini menegaskan peran Manhaj Tarjih sebagai rujukan ijtihad Islam yang moderat, kontekstual, dan relevan menghadapi tantangan global.
RINGKASAN BERITA:
- Seminar internasional Tarjih Muhammadiyah digelar di Umri Pekanbaru selama tiga hari.
- Manhaj Tarjih ditegaskan sebagai kerangka berpikir Islam yang responsif dan berkemajuan.
- Hadir pakar nasional hingga akademisi internasional dari Malaysia.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menjadi tuan rumah pelaksanaan Sosialisasi Tarjih dan Seminar Internasional Ketarjihan yang diselenggarakan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MTT PP Muhammadiyah), Jumat hingga Minggu (6–8/2/2026).
Kegiatan ini mengangkat tema penguatan model dan implementasi Manhaj Tarjih dalam konteks internasional.
Forum ilmiah tersebut digelar sebagai upaya memperluas pemahaman serta diseminasi pemikiran tarjih Muhammadiyah dalam merespons dinamika sosial, keagamaan, dan tantangan global umat Islam.
Secara teknis, kegiatan dilaksanakan oleh MTT PWM Riau dengan dukungan penuh dari Umri sebagai tuan rumah.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PW Muhammadiyah Riau, Dr. H. Saidul Amin, MA., yang juga menjabat Rektor Umri. Ia menegaskan bahwa Majelis Tarjih dan Tajdid memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan pemikiran keislaman Muhammadiyah.
Menurut Saidul Amin, Manhaj Tarjih tidak hanya berfungsi sebagai rujukan penetapan hukum Islam, tetapi juga sebagai pendekatan berpikir yang rasional, moderat, dan berorientasi pada kemajuan umat.
Karena itu, sosialisasi produk tarjih dan penguatan metodologi ijtihad dinilai penting agar keputusan tarjih dapat dipahami dan diterapkan secara kontekstual.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional, di antaranya Ketua MTT PP Muhammadiyah Dr. KH. Hamim Ilyas, MA., Ro’fah, S.Ag., B.SW., MA., Ph.D., Dr. Hj. Maskufa, MA., serta akademisi dari International Islamic University Malaysia (IIUM), Prof. Dr. Betania Lestari.
Para pembicara mengulas isu-isu tarjih kontemporer, metodologi ijtihad, hingga kontribusi pemikiran Muhammadiyah dalam menjawab persoalan umat modern.
Ketua MTT PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas, menegaskan bahwa sosialisasi tarjih merupakan agenda strategis Persyarikatan.
Ia menyebut Manhaj Tarjih sebagai kerangka keislaman yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan prinsip Al-Qur’an dan Sunnah.
Melalui sosialisasi dan seminar internasional ini, Muhammadiyah berharap tradisi ijtihad terus menguat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pemikiran Islam yang berkemajuan, moderat, serta relevan bagi masyarakat global. (*)