BRIN Ciptakan Kasur Udara Cerdas, Solusi Baru Perawatan Pasien Bedrest
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan kasur udara berbasis mekatronika cerdas sebagai solusi teknologi untuk mendukung perawatan pasien bedrest dan bedridden.
RINGKASAN BERITA:
- BRIN mengembangkan teknologi air mattress berbasis mekatronika cerdas untuk pasien imobilitas.
- Dirancang membantu perawat sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien bedridden.
- Kasur udara ini telah memiliki paten dan mampu menopang berat hingga 90 kilogram.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - adan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pengembangan teknologi terapan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Salah satu inovasi yang kini tengah dikembangkan adalah sistem kasur udara (air mattress) berbasis mekatronika cerdas untuk membantu perawatan pasien yang harus terbaring dalam waktu lama.
Teknologi tersebut dikembangkan oleh tim Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN sebagai bagian dari riset biomekatronika yang fokus pada perangkat pendukung aktivitas manusia, khususnya di bidang kesehatan.
Peneliti Ahli Pertama PRMC BRIN, Bahrudin, menjelaskan bahwa pasien dalam kondisi bedrest maupun bedridden memiliki risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan apabila tidak ditunjang teknologi yang memadai.
“Bedrest merupakan kondisi medis ketika pasien harus berbaring untuk proses pemulihan. Sementara bedridden adalah kondisi imobilitas, di mana seseorang tidak mampu bergerak dan harus berbaring dalam jangka panjang,” ujarnya dilansir dari situs BRIN, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, riset mekatronika cerdas mengintegrasikan sistem mekanik, elektronik, dan kendali pintar agar teknologi yang dihasilkan bersifat adaptif serta mudah diterapkan di lapangan.
Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada kecanggihan mesin, tetapi pada dampaknya terhadap kualitas hidup manusia.
Dalam pengembangannya, PRMC BRIN tidak hanya memproduksi kasur udara, tetapi juga merancang sejumlah alat bantu perawatan lain, seperti perangkat pengganti pakaian dan teknologi dry bathing untuk pasien dengan keterbatasan gerak.
“Kasur udara satu dimensi dan dua dimensi yang kami kembangkan ditujukan untuk mempermudah kerja perawat maupun pendamping pasien. Di sisi lain, teknologi ini dirancang agar pasien tetap merasa nyaman meski harus terbaring lama, bahkan secara permanen,” jelas Bahrudin.
Kasur udara tersebut mampu menopang beban sekitar 80 hingga 90 kilogram dan telah memiliki hak paten.
Sistem kerjanya memanfaatkan mekanisme penambahan dan pengurangan udara untuk menciptakan ruang di antara tubuh pasien dan kasur, sehingga memudahkan proses perawatan tanpa perlu banyak menggerakkan tubuh pasien.
“Teknologi ini memungkinkan tangan perawat atau pakaian masuk ke sela tubuh pasien dan kasur dengan lebih mudah, sehingga meminimalkan risiko cedera maupun ketidaknyamanan,” tambahnya.
Melalui pengembangan mekatronika cerdas ini, BRIN menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi berbasis sains yang tidak hanya bersifat eksperimental, tetapi menjawab persoalan nyata di masyarakat serta berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup di berbagai sektor. (*)