Pemprov Riau Siapkan Rp62 Miliar Beasiswa 2026 untuk 3.644 Mahasiswa
Pemerintah Provinsi Riau mengalokasikan Rp62 miliar untuk program Beasiswa Riau Tahun Anggaran 2026 bagi 3.644 mahasiswa. Program ini ditujukan memperluas akses pendidikan tinggi dan menekan angka pengangguran.
RINGKASAN BERITA:
-
Pemprov Riau alokasikan Rp62 miliar beasiswa untuk 3.644 mahasiswa pada 2026.
-
Program KEJAR capai 89 persen pelajar telah memiliki rekening.
-
Pemprov dorong literasi dan kecerdasan finansial generasi muda.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menganggarkan Rp62 miliar untuk Program Beasiswa Riau Tahun Anggaran 2026 dengan total penerima sebanyak 3.644 mahasiswa.
Anggaran ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto saat menghadiri kegiatan TANJAK (Try Out Akbar Menuju Kampus yang Kamu Impikan), Kamis (26/2/2026).
“Pada Tahun Anggaran 2026, Pemprov Riau telah menyiapkan anggaran sebesar Rp62 miliar untuk program Beasiswa Riau, dengan total penerima sebanyak 3.644 mahasiswa,” ujar SF Hariyanto.
Menurutnya, program ini diharapkan berkontribusi nyata dalam menurunkan angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau ke depan.
“Kita ingin semakin banyak anak Riau sesuai bakat dan melanjutkan pendidikan kemampuannya, memiliki keahlian yang dibutuhkan dunia kerja, serta berkontribusi nyata dalam menurunkan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau ke depan,” katanya.
Selain program beasiswa, SF Hariyanto juga memaparkan capaian Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Dari target 1.459.227 pelajar, sebanyak 1.293.997 pelajar atau sekitar 89 persen telah memiliki rekening.
“Artinya, akses keuangan generasi muda kita sudah semakin kuat. Dan ini menjadi fondasi penting dalam mendukung penggunaan transaksi digital yang aman dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ia menilai generasi muda Riau kini semakin akrab dengan transaksi digital, termasuk mengenal investasi seperti saham, reksa dana, hingga aset digital.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya membangun kecerdasan finansial berbasis literasi yang benar dan tanggung jawab.
“Dalam setiap aktivitas ekonomi, kita harus tetap Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Rupiah bukan sekadar alat transaksi. Rupiah adalah simbol kedaulatan bangsa,” pungkasnya. (*)