Disdik Pekanbaru Prioritaskan Bangun Ruang Kelas Baru untuk Hapus Sistem Double Shift
Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru memprioritaskan pembangunan ruang kelas belajar bagi sekolah yang masih menerapkan sistem double shift. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan kualitas pendidikan di sekolah.
RINGKASAN BERITA:
- Disdik Pekanbaru memprioritaskan pembangunan ruang kelas baru untuk menghapus sistem belajar double shift di sekolah.
- Sebanyak 76 sekolah di Pekanbaru diusulkan mendapat program revitalisasi dari Kemendikdasmen.
- Pemko Pekanbaru juga menyalurkan beasiswa dan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan (Disdik) memprioritaskan pembangunan ruang kelas belajar (RKB) bagi sekolah yang masih menerapkan sistem belajar dua shift, pagi dan sore.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh sekolah di Pekanbaru secara bertahap dapat menerapkan sistem belajar satu shift sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan mengatakan fokus pembangunan infrastruktur pendidikan saat ini diarahkan pada sekolah yang mengalami keterbatasan ruang kelas.
“Kita utamakan dan kita fokuskan kepada sekolah-sekolah yang double shift. Double shift ini maksudnya ada dia sekolah pagi, ada dia sekolah sore. Tentu kita harus mencukupi RKB-nya, Ruang Kelas Belajarnya. Supaya dia bisa sekolah satu shift semua, tidak double shift lagi. Sekarang kan masih ada sekolah-sekolah kita yang masih double shift,” kata Alek Kurniawan, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, penerapan sistem satu shift di seluruh sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pekanbaru.
“Jadi nanti kalau seluruh sekolah sudah satu shift, sistem pendidikan kita juga bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Untuk mendukung percepatan pembangunan sarana pendidikan, Pemko Pekanbaru juga telah mengusulkan 76 sekolah kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia agar mendapatkan program revitalisasi sekolah.
Sekolah yang diusulkan terdiri dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP negeri dan swasta.
Selain pembangunan ruang kelas dan perbaikan infrastruktur sekolah, pemerintah kota juga terus menjalankan berbagai program peningkatan mutu pendidikan.
Alek menyebut upaya tersebut dilakukan di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar.
Pemerintah kota tidak hanya fokus pada pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan bantuan beasiswa dan perlengkapan sekolah bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu di tingkat PAUD, SD, dan SMP.
Program tersebut diharapkan dapat mendukung pemerataan akses pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik di Pekanbaru. (*)
What's Your Reaction?