Kasus DBD di Riau Tembus 1.682 Orang, Rohil Jadi Daerah dengan Angka Tertinggi

Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 1.682 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi selama Januari hingga April 2026. Kabupaten Rokan Hilir menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, sementara total korban meninggal dunia mencapai 12 orang.

May 24, 2026 - 10:14
 0
Kasus DBD di Riau Tembus 1.682 Orang, Rohil Jadi Daerah dengan Angka Tertinggi
Ilustrasi. (Sumber: Diolah dengan AI)

RINGKASAN BERITA :

  • Kasus DBD di Riau mencapai 1.682 orang dalam empat bulan pertama 2026.
  • Rokan Hilir menjadi daerah dengan kasus tertinggi dan empat korban meninggal dunia.
  • Dinkes Riau meminta masyarakat aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan rumah.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Riau terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Hingga April 2026, jumlah penderita DBD tercatat mencapai 1.682 orang yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota di Riau.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau menunjukkan, dari total kasus tersebut sebanyak 12 pasien dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli mengatakan kondisi lingkungan yang kurang bersih masih menjadi pemicu utama berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebar virus dengue.

“Selama empat bulan terakhir, sebanyak 1.682 warga Riau telah terjangkit DBD. Ini bukan hal yang bisa kita anggap sepele. Semua pihak harus berperan aktif dalam pencegahannya,” ujar Zulkifli, Sabtu (23/5/2026).

Kabupaten Rokan Hilir menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 282 kasus dengan empat korban meninggal dunia.

Sementara Pekanbaru berada di posisi berikutnya dengan 251 kasus.

Selain itu, Kabupaten Bengkalis mencatat 230 kasus dengan satu pasien meninggal dunia.

Di Dumai terdapat 208 kasus dengan satu korban meninggal dunia.

Kemudian di Kabupaten Kampar ditemukan 165 kasus dengan tiga korban meninggal dunia.

Kabupaten Rokan Hulu mencatat 98 kasus dengan satu korban meninggal dunia.

Sementara itu, Kabupaten Pelalawan mencatat 72 kasus, Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 80 kasus dengan satu korban meninggal dunia, serta Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 130 kasus.

Kasus lainnya tercatat di Kabupaten Siak sebanyak 50 kasus, Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 81 kasus dengan satu korban meninggal dunia, dan Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 35 kasus.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Provinsi Riau telah menerbitkan surat edaran terkait kewaspadaan dan pengendalian peningkatan kasus DBD di seluruh daerah.

Zulkifli mengimbau masyarakat rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.

“Kegiatan PSN harus difokuskan pada genangan air yang tidak bersentuhan dengan tanah secara langsung. Seperti misalnya bak kamar mandi, tempat penampungan air, air pembuangan kulkas, tempat minum burung, pot bunga, dispenser air minum, atau barang bekas di sekitar rumah,” kata dia. (*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow