Riau Kirim 28 Peserta ke Pesprawi Nasional 2026 di Papua Barat, Plt Gubri: Harus Percaya Diri
Provinsi Riau mengirimkan 28 peserta untuk berlaga pada kategori Paduan Suara Wanita di ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesprawi) XIV Tingkat Nasional 2026 di Manokwari, Papua Barat. Pemerintah Provinsi Riau berharap kontingen tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga menunjukkan karakter, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan selama kompetisi.
RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 28 peserta mewakili Riau pada kategori Paduan Suara Wanita di Pesprawi XIV Tingkat Nasional 2026 di Manokwari.
- Pemprov Riau menekankan pentingnya disiplin, kekompakan, dan karakter selain pencapaian prestasi selama kompetisi.
- Kontingen telah menjalani pembinaan dan latihan intensif untuk menghadapi tantangan harmonisasi dan penghayatan dalam kategori yang diikuti.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Sebanyak 28 peserta akan mewakili Provinsi Riau pada kategori Paduan Suara Wanita dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesprawi) XIV Tingkat Nasional yang berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 20 hingga 29 Juni 2026.
Keberangkatan kontingen tersebut ditandai dengan kegiatan silaturahmi bersama Lembaga Pengembangan Pesprawi Daerah (LPPD) Provinsi Riau yang digelar di Ruang Rapat Wakil Gubernur Riau, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan itu sekaligus menjadi ajang penguatan motivasi dan kesiapan peserta menjelang kompetisi tingkat nasional.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan partisipasi Riau dalam Pesprawi XIV Nasional menjadi bagian dari upaya daerah dalam mendukung pengembangan bakat dan kreativitas masyarakat, khususnya di bidang seni paduan suara gerejawi.
Menurutnya, keikutsertaan pada ajang nasional tersebut bukan hanya tentang persaingan meraih prestasi, tetapi juga kesempatan memperkenalkan kualitas sumber daya manusia dan potensi daerah kepada masyarakat luas.
"Saya berharap seluruh peserta dapat tampil dengan percaya diri dan memberikan penampilan terbaik sesuai hasil latihan yang telah dilakukan. Jadikan kesempatan ini sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa Riau memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional," ujarnya.
SF Hariyanto menilai para peserta memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik daerah selama mengikuti kegiatan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga disiplin, kekompakan, dan sikap positif selama berada di arena kompetisi.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Riau akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pembinaan generasi muda, termasuk melalui kegiatan seni dan keagamaan.
"Pemerintah Provinsi Riau akan terus mendukung upaya pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda, termasuk melalui kegiatan seni dan keagamaan seperti Pesprawi. Kami berharap kontingen Riau dapat menjadi duta yang mampu menampilkan kualitas, karakter, dan semangat kebersamaan yang menjadi ciri masyarakat Riau," tambah SF Hariyanto.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Pesprawi Daerah (LPPD) Provinsi Riau, Albert Tarigan, menyebut keikutsertaan kontingen tahun ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, Pesprawi menjadi sarana bagi peserta untuk mengasah kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman dan wawasan baru melalui interaksi dengan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia.
"Pesprawi bukan sekadar perlombaan, tetapi juga wadah untuk membangun persaudaraan dan saling belajar antar kontingen dari seluruh Indonesia. Kami berharap peserta dapat menikmati setiap proses dan menampilkan kemampuan terbaik yang dimiliki," ujar Albert.
Ia menjelaskan bahwa kategori Paduan Suara Wanita yang diikuti kontingen Riau membutuhkan kemampuan harmonisasi, kekompakan tim, dan penghayatan lagu yang kuat. Untuk menghadapi tantangan tersebut, seluruh peserta telah menjalani berbagai tahapan pembinaan dan latihan guna memaksimalkan kualitas penampilan saat kompetisi berlangsung.
Pesprawi XIV Tingkat Nasional akan mempertemukan kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia.
Ajang ini menjadi wadah pengembangan seni paduan suara gerejawi sekaligus sarana mempererat persaudaraan antarumat dan daerah melalui seni dan budaya. (*)