451 Mahasiswa dari 35 Negara Daftar Beasiswa Umri 2026
Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mencatat lonjakan minat mahasiswa internasional pada tahun akademik 2026/2027. Sebanyak 451 calon mahasiswa dari 35 negara mendaftar program beasiswa internasional Umri, menandai semakin kuatnya posisi kampus tersebut dalam peta pendidikan tinggi global.
RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 451 calon mahasiswa dari 35 negara mendaftar program beasiswa internasional Umri untuk tahun akademik 2026/2027.
- Peserta yang lolos seleksi mendapatkan pembebasan biaya kuliah, fasilitas asrama gratis, dan dukungan uang saku bulanan.
- Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya reputasi Umri di tingkat internasional serta keberhasilan kampus membangun jaringan global di berbagai negara.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) terus memperluas jejak internasionalnya.
Pada penerimaan mahasiswa internasional Tahun Akademik 2026/2027, kampus tersebut berhasil menarik 451 pendaftar dari 35 negara yang mengikuti proses seleksi program beasiswa internasional.
Tingginya jumlah pendaftar menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat global terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan Umri.
Capaian ini juga menandai perkembangan signifikan program internasionalisasi kampus yang kini memasuki tahun keempat pelaksanaannya.
Ratusan calon mahasiswa tersebut berasal dari berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia, Afrika hingga Timur Tengah.
Beberapa negara asal pendaftar di antaranya Nigeria, Pakistan, Kamboja, Thailand, Tajikistan, Afghanistan, Somalia, Uganda, Sudan, dan Yaman.
Keberagaman negara asal peserta menunjukkan semakin luasnya jaringan kerja sama internasional dan efektivitas promosi global yang dibangun Umri dalam beberapa tahun terakhir.
Seluruh peserta akan menjalani serangkaian tahapan seleksi yang mencakup pemeriksaan dokumen administrasi, evaluasi akademik, serta wawancara.
Proses tersebut dirancang untuk memastikan calon mahasiswa yang diterima memiliki kemampuan akademik yang memadai serta kesiapan beradaptasi dengan lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia.
Bagi peserta yang lolos seleksi, Umri menyediakan berbagai fasilitas melalui program beasiswa internasional.
Dukungan tersebut meliputi pembebasan biaya pendidikan hingga lulus, fasilitas tempat tinggal di asrama tanpa biaya, serta bantuan uang saku bulanan selama masa studi.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) Umri, Prof. Dr. Jufrizal Syahri, M.Si, mengatakan jumlah pendaftar yang mencapai ratusan orang dari puluhan negara menjadi pencapaian penting dalam upaya internasionalisasi kampus.
Pencapaian 451 pendaftar dari 35 negara merupakan langkah maju yang sangat signifikan bagi Umri.
Hal ini menunjukkan bahwa Umri semakin dikenal di tingkat internasional dan menjadi pilihan calon mahasiswa dari berbagai belahan dunia.
"Program ini sejalan dengan misi internasionalisasi Muhammadiyah dan internasionalisasi Umri yang terus kami kembangkan,” kata dia.
Menurut Jufrizal, keberadaan mahasiswa internasional akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi reputasi institusi, tetapi juga terhadap kehidupan akademik di lingkungan kampus.
Interaksi antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa dari berbagai negara dinilai mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih multikultural, memperluas wawasan global, serta memperkuat nilai toleransi dan kolaborasi lintas budaya.
Selain itu, kehadiran mahasiswa asing juga diharapkan membuka peluang terbentuknya jejaring internasional yang dapat mendukung pengembangan akademik maupun karier mahasiswa di masa mendatang.
Program mahasiswa internasional menjadi bagian dari strategi besar Umri dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan memiliki daya saing global.
Program tersebut juga menjadi kontribusi kampus dalam mendukung cita-cita Muhammadiyah untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dunia.
Dengan jumlah pendaftar yang terus meningkat dari tahun ke tahun, Umri optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta tujuan mahasiswa internasional di Indonesia.
Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa kampus tersebut semakin diperhitungkan dalam persaingan pendidikan tinggi di tingkat global. (*)