Bupati Kampar Kukuhkan Dewan Pendidikan 2025–2030, Dorong Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal

Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengukuhkan Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Kampar periode 2025–2030 bersamaan dengan pembukaan seminar internasional tentang kurikulum berbasis kearifan lokal. Forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembangan pendidikan di Kampar.

Bupati Kampar Kukuhkan Dewan Pendidikan 2025–2030, Dorong Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal
Bupati Kampar mengukuhkan Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Kampar periode 2025–2030 bersamaan dengan seminar internasional pendidikan, Selasa (28/7/2026). (Sumber: Media Center Kampar)

RINGKASAN BERITA:

  • Bupati Kampar mengukuhkan Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Kampar periode 2025–2030 bersamaan dengan seminar internasional pendidikan.
  • Seminar diikuti sekitar 800 peserta dari unsur pemerintah, ulama, dan ninik mamak sebagai representasi filosofi Tigo Tali Sapilin.
  • Forum membahas integrasi kearifan lokal dengan sains dan teknologi untuk membentuk generasi muda Kampar yang berkarakter dan berdaya saing global.

RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Pemerintah Kabupaten Kampar memanfaatkan Seminar Internasional tentang kurikulum berbasis kearifan lokal sebagai momentum untuk memperkuat arah pembangunan pendidikan daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. juga mengukuhkan Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Kampar periode 2025–2030 sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam memajukan dunia pendidikan.

Pengukuhan dilakukan usai pembukaan Seminar Internasional bertema Konstruksi Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal: Integrasi Tigo Tali Sapilin dengan Sains dan Teknologi dalam Membentuk Karakter Generasi Muda Kampar di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si. dan diinisiasi oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Kampar.

Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar berharap seminar tersebut mampu melahirkan pemikiran dan rekomendasi yang dapat menjadi acuan bagi pengembangan pendidikan di Kabupaten Kampar.

"Semoga melalui seminar ini lahir output yang sangat berguna bagi perjalanan pendidikan di Kabupaten Kampar. Hanya dengan kebersamaan, bertukar pikiran dan menyatukan gagasan, pendidikan Kampar akan semakin maju," terang Ahmad Yuzar.

Ia menegaskan, filosofi Tigo Tali Sapilin perlu dijadikan landasan dalam membangun sistem pendidikan yang tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengabaikan identitas budaya daerah.

"Dengan Tigo Tali Sapilin, Insya Allah tidak ada persoalan yang tidak bisa kita hadapi. Mari kita bersatu membangun pendidikan yang mampu melahirkan anak-anak Kampar yang cerdas, berakhlak mulia, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman," kata dia.

Selain itu, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik karena guru memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus.

Pada kesempatan yang sama, Ahmad Yuzar juga mengukuhkan Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Kampar periode 2025–2030.

Ia berpesan agar seluruh pengurus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan pendidikan di daerah.

"Selamat bekerja kepada seluruh pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Kampar yang baru saja dikukuhkan. Jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan jadikan tugas ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat serta kemajuan pendidikan Kabupaten Kampar," ucap Yuzar.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Kampar, Prof. Dr. Ilyas Husti, mengatakan seminar internasional tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat karakter generasi muda melalui perpaduan nilai-nilai budaya lokal dengan perkembangan sains dan teknologi.

Menurutnya, forum itu diharapkan melahirkan berbagai gagasan konstruktif guna mencetak generasi Kampar yang unggul, berkarakter, memiliki daya saing global, namun tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan berada di jalan Allah SWT.

Sementara itu, Ketua Panitia Khairil Anwar menjelaskan seminar diikuti sekitar 800 peserta yang hadir secara luring maupun daring.

Peserta berasal dari unsur pemerintah, ulama, dan ninik mamak sebagai representasi sinergi Tigo Tali Sapilin dalam membangun pendidikan berbasis kearifan lokal.

Ia menambahkan, seminar merupakan inisiasi Dewan Pendidikan Kabupaten Kampar sebagai wadah memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam merumuskan konsep pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah.

Seminar internasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., Prof. Dr. Ahmad Sunawari Long dari Malaysia, serta narasumber lainnya yang membahas integrasi nilai-nilai kearifan lokal dengan sains dan teknologi untuk membentuk generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, dan siap bersaing di tingkat global. (*)