Siak Dapat DAK Pendidikan Rp240,4 Miliar dari Pemerintah Pusat
Kunjungan kerja reses Komisi X DPR RI ke Kabupaten Siak membawa hasil positif. Pemerintah Kabupaten Siak dipastikan menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik pendidikan 2026 sebesar Rp240,4 miliar serta dukungan rehabilitasi Istana Siak dan Balairung Sri senilai Rp5,5 miliar.
RINGKASAN BERITA:
- Kabupaten Siak memperoleh DAK nonfisik bidang pendidikan tahun 2026 sebesar Rp240,4 miliar dari pemerintah pusat.
- Pemerintah pusat mengalokasikan Rp5,5 miliar untuk rehabilitasi Istana Siak dan Balairung Sri yang sebelumnya belum terakomodasi melalui APBD.
- Komisi X DPR RI menyatakan dukungan terhadap pelestarian cagar budaya Siak sebagai aset nasional sekaligus penggerak sektor pariwisata.
RIAUCERDAS.COM, SIAK - Kunjungan kerja reses Komisi X DPR RI ke Kabupaten Siak menghasilkan dukungan konkret dari pemerintah pusat.
Kabupaten Siak dipastikan memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik bidang pendidikan tahun 2026 sebesar Rp240,4 miliar, sekaligus bantuan rehabilitasi Istana Siak dan Balairung Sri senilai Rp5,5 miliar.
Kepastian tersebut disampaikan dalam pertemuan Komisi X DPR RI bersama Pemerintah Kabupaten Siak di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat Siak, Rabu (22/7/2026).
Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan kunjungan Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar bersama anggota dan jajaran kementerian mitra menjadi momentum penting bagi daerah.
Menurutnya, pemerintah pusat tidak hanya melihat langsung potensi Kabupaten Siak, tetapi juga memberikan respons terhadap berbagai usulan pembangunan yang disampaikan.
"Alhamdulillah Kabupaten Siak menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya kunjungan pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI. Bersama Komisi X juga hadir para direktur jenderal, direktur, dan jajaran kementerian yang menjadi mitra mereka. Ini menjadi suatu anugerah bagi kami," ujar Afni.
Ia menjelaskan, selain memperoleh DAK nonfisik pendidikan sebesar Rp240,4 miliar, Kabupaten Siak juga mendapatkan dukungan untuk rehabilitasi stadion serta rehabilitasi Istana Siak yang sebelumnya belum dapat dibiayai melalui APBD.
"Alhamdulillah, ini suatu anugerah untuk kita karena kita mendapat DAK nonfisik pendidikan di tahun 2026 ini sebesar Rp240,4 miliar, selain itu tadi ada juga untuk membantu rehabilitasi stadion lalu untuk membantu rehabilitas Istana Siak," terang bupati.
Afni menambahkan bantuan rehabilitasi Istana Siak dan Balairung Sri senilai Rp5,5 miliar menjadi kabar baik bagi upaya pelestarian bangunan bersejarah di daerah tersebut.
"Ini kabar gembira dan kesyukuran bahwa yang tadinya kita membutuhkan anggaran untuk rehabilitasi Istana melalui APBD tetapi belum ada, tahun ini mendapat dukungan pengerjaan sebesar Rp5,5 miliar untuk Istana Siak dan Balairung Sri," kata dia.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat tersebut menjadi awal bagi terealisasinya berbagai program prioritas lain yang telah diusulkan, khususnya di bidang pendidikan dan pelestarian warisan budaya.
Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, mengatakan kunjungan ke Kabupaten Siak memberikan gambaran langsung mengenai kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki daerah tersebut.
"Hampir semua mitra kami memberikan respons yang sangat positif terhadap berbagai aspirasi yang dikemukakan. Mulai dari revitalisasi sekolah, termasuk SLB, sampai pelestarian dan perlindungan cagar budaya yang jumlahnya sangat banyak dan sangat bernilai," ucap Hetifah.
Menurut Hetifah, pelestarian cagar budaya di Kabupaten Siak merupakan tanggung jawab bersama karena memiliki nilai penting sebagai warisan bangsa sekaligus berpotensi mendukung sektor pariwisata.
"Saya kira menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk bersama-sama memastikan cagar budaya di Kabupaten Siak tetap lestari dan nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat melalui sektor pariwisata," ungkapnya.
Ia juga mengaku terkesan dengan konsep kunjungan yang memperlihatkan secara langsung kehidupan masyarakat dan identitas Kabupaten Siak.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mengunjungi sekolah, kawasan bersejarah, menyeberangi Sungai Siak, menikmati kuliner lokal, serta menyaksikan berbagai warisan budaya.
"Kesan dari awal sudah benar-benar berbeda. Kami diajak melihat langsung sumber peradaban masyarakat Siak yang berbasis sungai. Budayanya sangat kaya, mulai dari kuliner, sastra, musik sampai tarian. Padahal kami baru satu hari berada di Siak," tandasnya. (*)