Tradisi Ramadan Siak, 56 Peserta Ikuti Lomba Letup Meriam Buluh 2026
Tradisi meriam buluh kembali semarakkan Ramadan di Siak. Sebanyak 56 peserta mengikuti Lomba Letup Meriam Buluh 2026 yang digelar Dewan Kesenian Siak selama dua hari di Pasar Seni Siak.
RINGKASAN BERITA:
-
Lomba Letup Meriam Buluh 2026 di Siak diikuti 56 peserta dan digelar selama dua hari.
-
Tradisi meriam buluh menjadi bagian dari budaya Melayu yang menyemarakkan Ramadan.
-
Pemerintah daerah mendorong pelestarian tradisi melalui dokumentasi dan pengembangan kegiatan budaya.
RIAUCERDAS.COM, SIAK - Dentuman meriam buluh sahut-sahutan mewarnai malam Ramadan di Kota Siak Sri Indrapura, Sabtu (14/3/2026).
Tradisi khas masyarakat Melayu itu kembali digelar melalui Lomba Letup Meriam Buluh 2026 di kawasan Dewan Kesenian Siak (DKS), Pasar Seni Siak.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Siak Syamsurizal yang mengapresiasi masyarakat karena terus menjaga dan melestarikan tradisi budaya daerah.
“Alhamdulillah setelah salat tarawih kita bisa melaksanakan kegiatan ini. Tradisi meriam buluh ini luar biasa karena hampir ada di setiap kecamatan di Kabupaten Siak. Hal-hal baik seperti ini harus terus kita jaga sebagai bukti bahwa Siak memiliki kebudayaan yang kuat,” tutur Syamsurizal.
Ia juga mendorong agar tradisi daerah seperti meriam buluh, lampu colok, dan berbagai kegiatan seni budaya lainnya terus dikembangkan serta didokumentasikan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Menurutnya, kebudayaan daerah tidak boleh hanya diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi, tetapi juga perlu dituliskan dan dipublikasikan agar tetap terjaga.
“Kebudayaan Siak jangan sampai hanya disampaikan dari mulut ke mulut lalu hilang. Harus dituliskan, dipublikasikan dan dipelihara agar anak cucu punya dasar untuk melanjutkannya,” ujarnya.
Ketua Pelaksana dari Dewan Kesenian Siak (DKS), Tengku Zulkarnain, mengatakan Lomba Letup Meriam Buluh tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga dan diikuti oleh 56 peserta.
“Alhamdulillah meskipun cuaca agak gerimis, lomba letup meriam buluh dan semarak lampu colok InsyaAllah tetap dapat dilaksanakan. Kami juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan beberapa sponsor,” kata pria yang akrab disapa Wak Jul ini.
Ia menjelaskan lomba digelar selama dua hari, 14 hingga 15 Maret 2026.
Hari pertama dilaksanakan babak penyisihan, sementara hari kedua akan dilanjutkan dengan semifinal dan final hingga menyisakan 10 peserta terbaik.
Sementara itu, salah satu dewan juri dari DKS, Susanto, menyampaikan bahwa penilaian lomba menitikberatkan pada keaslian bahan meriam serta kualitas suara letupan yang dihasilkan.
“Meriam yang digunakan harus dari buluh alami tanpa menggunakan karbit. Setiap peserta diberikan tiga kali kesempatan letupan dan yang dinilai adalah kekuatan serta tinggi suara yang dihasilkan,” jelasnya.
Panitia menyediakan hadiah berupa uang pembinaan dan trofi bagi para pemenang. Juara I akan menerima hadiah sebesar Rp1.250.000, Juara II Rp1.000.000, dan Juara III Rp750.000.
Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan Harapan I sebesar Rp500.000, Harapan II Rp400.000, dan Harapan III Rp300.000.
Peserta yang masuk 10 besar juga akan mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp200.000, ditambah voucher makan gratis serta hampers Lebaran dari sponsor.
Hadiah uang pembinaan tersebut didukung oleh PT Riau Petroleum, sementara kegiatan Semarak Lampu Colok tahun ini direncanakan mendapat dukungan dari PT Bumi Siak Pusako. (*)
