Lawan Dominasi Gadget, Wabup Siak Gaungkan Kebangkitan Gasing di Festival Berembang Ke-V
Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengajak masyarakat menghidupkan kembali permainan tradisional gasing melalui Festival Gasing Berembang Ke-V di Rawang Kao Barat. Festival ini diharapkan menjadi sarana pelestarian budaya Melayu sekaligus menarik minat generasi muda yang kini lebih akrab dengan gadget.
RINGKASAN BERITA:
-
Wabup Siak menilai gasing perlu dibiasakan kembali, termasuk melalui sekolah dan lomba.
-
Permainan tradisional dinilai tergerus karena anak-anak lebih fokus pada game digital.
-
Diikuti 23 tim dan 161 peserta, termasuk dari Kabupaten Kepulauan Meranti.
RIAUCERDAS.COM, SIAK - Wakil Bupati Siak Syamsurizal menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan permainan tradisional Melayu, salah satunya gasing, di tengah derasnya arus modernisasi dan dominasi gawai pada kehidupan anak-anak.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Festival Gasing Berembang Ke-V di Gelanggang Gasing Antan-Antan Ma’dun, Kampung Rawang Kao Barat, Kecamatan Lubuk Dalam, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Syamsurizal, perkembangan zaman membuat permainan rakyat mulai ditinggalkan masyarakat, terutama generasi muda.
Karena itu, pemerintah daerah berupaya menghidupkan kembali permainan tradisional agar tetap dikenal dan dimainkan.
“Kita berupaya untuk menghidupkan kembali permainan tradisional gasing ini. Bisa membiasakan permainan ini di sekolah-sekolah dan mengadakan lomba gasing,” ujar Syamsurizal.
Ia menambahkan, pelestarian permainan tradisional juga dapat dilakukan dengan melibatkan komunitas dan keluarga.
Dengan keterlibatan tersebut, permainan rakyat diyakini mampu bertahan dan berkembang meski berada di tengah pengaruh globalisasi.
Syamsurizal mengungkapkan, saat ini anak-anak cenderung lebih tertarik pada gadget dan permainan digital, sehingga kurang mengenal permainan tradisional Melayu.
Kondisi ini menuntut peran aktif pemerintah dalam menjaga identitas budaya daerah.
“Sebagai daerah Melayu, permainan tradisional harus tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas kekayaan budaya kita. Dengan adanya Festival Gasing Berembang, saya berharap bisa menarik minat generasi muda untuk terus memainkannya,” katanya.
Pada kesempatan itu, Syamsurizal juga mengucapkan selamat Hari Jadi Kampung Rawang Kao Barat ke-XIII tahun 2026.
Ia berharap kampung tersebut terus berkembang dan mampu bersaing dengan kampung lain di Kabupaten Siak.
Festival Gasing Berembang Ke-V diikuti oleh 23 tim dengan total sekitar 161 peserta.
Selain berasal dari Kabupaten Siak, festival ini juga diikuti peserta dari Kabupaten Kepulauan Meranti.
Ketua Persatuan Gasing Seluruh Indonesia (PERGASI) Provinsi Riau, Arifin, menyampaikan bahwa festival tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Kampung Rawang Kao Barat yang berdiri pada 2 Januari 2013. Tahun 2026 menandai usia ke-13 kampung tersebut. (*)