Telkomsel Latih Guru Kuasai AI dan Teknologi Digital Lewat Program Terpujilah GURU di Pekanbaru
Telkomsel memperkuat kapasitas tenaga pendidik menghadapi era digital melalui program Terpujilah GURU. Kegiatan yang digelar di Pekanbaru ini melibatkan lebih dari 250 guru dan fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pembuatan konten edukasi, serta peningkatan keterampilan digital dalam proses belajar mengajar.
RINGKASAN BERITA:
- Lebih dari 250 guru di Pekanbaru mengikuti pelatihan pemanfaatan AI dan teknologi digital yang digelar Telkomsel.
- Program Terpujilah GURU menargetkan menjangkau lebih dari 1.000 guru di berbagai kota hingga September 2026.
- Peserta dibekali keterampilan praktis mulai dari penggunaan AI, pembuatan konten edukasi kreatif, hingga desain visual pembelajaran.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Kemampuan guru dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi digital menjadi fokus utama program Terpujilah GURU yang diluncurkan Telkomsel di Kota Pekanbaru.
Program pelatihan ini dirancang untuk membantu tenaga pendidik beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.
Kegiatan Terpujilah GURU Pekanbaru digelar di Laksamana Muda Coffee & Live Space dan diikuti lebih dari 250 guru dari berbagai wilayah di Kota Pekanbaru.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi guru agar mampu berperan tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai kreator dan inovator dalam dunia pendidikan.
Acara ini dihadiri GM Mobile Consumer Business Region Sumbagteng Dedfriady Masta, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Dr. Alek Kurniawan, Sp., M.Si.
Lalu Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau Reisky Bestary, S.Pd., M.Pd., CEO PT Digital Decision Indonesia Ilham Fadhillah Amka, serta Tenaga Ahli Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi Motulz Anto.
Di tengah percepatan transformasi digital, guru dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas dibandingkan sekadar menyampaikan materi pelajaran.
Mereka juga berperan membimbing peserta didik dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
Kebutuhan tersebut semakin penting mengingat hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) menunjukkan sekitar 81 persen guru di Indonesia masih belum mencapai standar minimum kompetensi.
Kondisi itu mendorong perlunya program peningkatan kapasitas yang relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui pelatihan yang bersifat praktis dan aplikatif, peserta diperkenalkan pada berbagai keterampilan digital yang dapat langsung diterapkan di ruang kelas.
Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas, pembuatan konten edukasi kreatif, hingga desain visual untuk mendukung proses pembelajaran.
GM Mobile Consumer Business Region Sumbagteng, Dedfriady Masta, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Telkomsel dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi.
“Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel memberdayakan guru agar bisa ciptakan hari yang lebih baik dan masa depan gemilang. Terpujilah GURU dihadirkan untuk membantu tenaga pendidik memanfaatkan teknologi secara tepat guna agar pembelajaran jadi lebih efektif, kreatif, dan berdampak,” kata dia.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Riau.
Kepala BGTK Provinsi Riau, Reisky Bestary, menilai penguatan kompetensi digital guru menjadi langkah penting dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan atas komitmen Telkomsel dalam mendukung peningkatan kapasitas guru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan AI. Ini merupakan langkah nyata untuk mendorong guru menjadi lebih adaptif dan inovatif, serta memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan,” katanya.
Hal senada disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dr. Alek Kurniawan.
Menurutnya, literasi digital menjadi salah satu faktor penting agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan siswa dan perkembangan teknologi saat ini.
Alek mengapresiasi inisiatif Telkomsel untuk memperkuat kompetensi guru.
Penguatan literasi digital guru menjadi kunci agar pembelajaran tetap selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa.
"Kami berharap program ini dapat terus diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak pendidik,” ungkap Alek.
Program Terpujilah GURU akan berlangsung selama Mei hingga September 2026 di sejumlah kota di Indonesia dengan target menjangkau lebih dari 1.000 guru.
Kegiatan ini mencakup tahapan scouting, screening, academy, mentoring, hingga bootcamp.
Untuk memperluas dampaknya, Telkomsel juga menggandeng berbagai komunitas dan organisasi profesi pendidikan seperti PGRI, MGMP, Guru Pejuang Digital, PPG Prajabatan, dan 1000 Guru.
Melalui kolaborasi tersebut, program ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan tenaga pendidik dan generasi muda Indonesia dalam menghadapi era digital yang terus berkembang. (*)