Pemko Pekanbaru Luncurkan Program Zero Anak Putus Sekolah, Siapkan Bantuan Seragam

Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menjalankan Program Zero Anak Putus Sekolah dengan mendata dan mengembalikan anak-anak yang terhenti pendidikannya ke bangku sekolah. Sebagai bentuk dukungan, Pemko juga menyiapkan bantuan lima stel seragam bagi sekitar 7.000 hingga 8.000 siswa dari keluarga kurang mampu.

Pemko Pekanbaru Luncurkan Program Zero Anak Putus Sekolah, Siapkan Bantuan Seragam
Ilustrasi. (Sumber: Diolah dengan AI)

RINGKASAN BERITA:

  • Pemko Pekanbaru akan mendata dan menjemput anak-anak yang putus sekolah untuk dikembalikan ke dunia pendidikan melalui Program Zero Anak Putus Sekolah.
  • Pemerintah menyiapkan bantuan lima stel seragam sekolah untuk sekitar 7.000 hingga 8.000 siswa dari keluarga kurang mampu.
  • Penyaluran bantuan dilakukan melalui verifikasi langsung ke rumah calon penerima agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan tidak ada lagi anak usia sekolah yang kehilangan akses pendidikan melalui pelaksanaan Program Zero Anak Putus Sekolah pada tahun 2026.

Program ini dibarengi dengan bantuan seragam sekolah bagi ribuan siswa kurang mampu untuk mengurangi beban ekonomi keluarga.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan pemerintah daerah akan melakukan pendataan secara aktif terhadap anak-anak yang tidak lagi bersekolah.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab putus sekolah sekaligus menyiapkan solusi agar mereka dapat kembali melanjutkan pendidikan.

Menurut Agung, berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, lingkungan, maupun persoalan sosial lainnya menjadi perhatian dalam pelaksanaan program tersebut.

"Program Zero Anak Putus Sekolah ini sangat penting. Kami akan bergerak mencari anak-anak yang putus sekolah, baik karena faktor ekonomi maupun faktor lingkungan dan penyebab lainnya," kata Agung, Jumat (12/6/2026).

Selain fokus pada penanganan anak putus sekolah, Pemko Pekanbaru juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan perlengkapan sekolah yang kerap menjadi kendala bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Agung menilai pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam memenuhi kebutuhan seragam sekolah bagi anak-anak mereka.

"Kami harus lebih peka terhadap kondisi masyarakat dan segera menghadirkan solusi yang nyata. Untuk itu, kami telah menyiapkan anggaran khusus guna membantu siswa dari keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan seragam sekolah," ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, penyaluran bantuan tidak sepenuhnya mengacu pada kategori desil penerima bantuan sosial.

Pemerintah akan menerapkan mekanisme verifikasi langsung untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Tim verifikasi akan melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah.

Mereka akan melakukan pengecekan langsung ke rumah calon penerima sebelum bantuan disalurkan.

"Tim tersebut akan melakukan peninjauan langsung ke rumah calon penerima bantuan. Hal ini guna memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujar Agung.

Pemko Pekanbaru juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi untuk mengajukan bantuan melalui sekolah masing-masing.

Data yang masuk selanjutnya akan diverifikasi oleh instansi terkait sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan.

"Kami membuka pendaftaran bagi masyarakat yang merasa tidak mampu membeli seragam sekolah. Pengecekan langsung oleh Dinsos dan Disdik agar bantuan tepat sasaran," paparnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan, pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran untuk menyediakan lima stel seragam sekolah bagi setiap siswa penerima manfaat.

Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 7.000 hingga 8.000 siswa dari keluarga kurang mampu di Pekanbaru.

Dengan jumlah penerima tersebut, total seragam yang akan disalurkan mencapai puluhan ribu stel.

"Kami menargetkan penyediaan bantuan bagi sekitar 7.000 hingga 8.000 siswa kurang mampu. Dengan masing-masing penerima memperoleh lima stel seragam sekolah, jumlah pakaian yang disiapkan mencapai puluhan ribu stel," terang Agung.

Melalui Program Zero Anak Putus Sekolah dan bantuan perlengkapan pendidikan tersebut, Pemko Pekanbaru berharap semakin banyak anak dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala persoalan ekonomi maupun kebutuhan dasar sekolah. (*)