UIN Suska Riau Integrasikan Kurikulum Ekoteologi, Cinta, dan Anti Narkoba Lewat ToT Dosen

UIN Sultan Syarif Kasim Riau menggelar Training of Trainers (ToT) kurikulum bagi dosen untuk mengintegrasikan nilai ekoteologi, kurikulum cinta, dan anti narkoba ke dalam pembelajaran. Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan Kementerian Agama RI dalam menjawab isu-isu strategis kontemporer.

UIN Suska Riau Integrasikan Kurikulum Ekoteologi, Cinta, dan Anti Narkoba Lewat ToT Dosen
Suasana Training of Trainers (ToT) Kurikulum Pembelajaran yang diikuti para dosen di Aula Lantai 3 Gedung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Kamis (30/7/2026). (Sumber: UIN Suska Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • UIN Suska Riau mulai mengintegrasikan kurikulum ekoteologi, kurikulum cinta, dan anti narkoba ke dalam proses pembelajaran.
  • ToT yang digelar LPM menjadi bagian dari implementasi program Kementerian Agama RI dalam menjawab isu-isu strategis pendidikan tinggi.
  • Kampus menargetkan lahirnya lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter humanis, peduli lingkungan, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau mulai memperkuat pengembangan karakter mahasiswa melalui integrasi tiga tema strategis dalam kurikulum pembelajaran, yakni ekoteologi, kurikulum cinta, dan anti narkoba.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Kurikulum Pembelajaran yang diikuti para dosen di Aula Lantai 3 Gedung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Kamis (30/7/2026).

Pelatihan yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Suska Riau itu merupakan bentuk dukungan terhadap program Kementerian Agama (Kemenag) RI dalam merespons berbagai isu strategis melalui sistem pendidikan tinggi.

Kegiatan dihadiri Wakil Rektor I UIN Suska Riau Prof. Raihani, M.Ed., Ph.D., Kepala Biro AAKK Dr. H. Ahmad Supardi, M.A., Wakil Dekan I dan III FTK, Ketua LPM, perwakilan dosen dari setiap fakultas, serta menghadirkan Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI Farid F. Saenong, Ph.D. dan akademisi UIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. Atikah Syamsi, M.Pd. sebagai narasumber.

Ketua LPM UIN Suska Riau, Zarkasih, S.Ag., M.Ag., Ph.D., mengatakan pelatihan berlangsung selama dua hari hingga Jumat dan diharapkan diikuti secara penuh oleh seluruh peserta.

Menurutnya, ToT tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi dirancang untuk menghadirkan perubahan nyata dalam pola pembelajaran di lingkungan kampus.

Melalui integrasi kurikulum tersebut, lembaga pendidikan Islam diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki keunggulan akademik dan spiritual, tetapi juga berkarakter humanis, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki kesadaran untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Zarkasih menilai tema-tema tersebut perlu diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di kelas agar nilai-nilai yang dibangun dapat ditransformasikan secara efektif kepada mahasiswa.

Sementara itu, Wakil Rektor I UIN Suska Riau, Prof. Raihani, M.Ed., Ph.D., menegaskan bahwa isu kesadaran lingkungan, pendekatan berbasis kasih sayang, dan pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dirancang secara sistematis dalam materi pembelajaran.

Ia berharap pelatihan yang berlangsung selama dua hari mampu menghasilkan implementasi kurikulum yang memberikan dampak nyata bagi proses pendidikan di kampus.

Prof. Raihani juga menekankan pentingnya menyelaraskan kegiatan akademik dengan kurikulum secara menyeluruh.

Menurutnya, kurikulum menjadi ruang strategis untuk mengintegrasikan kepentingan akademik, sosial, hingga kebijakan nasional.

Karena itu, pembentukan karakter mahasiswa yang peduli lingkungan, memiliki sikap anti narkoba, dan menjunjung nilai inklusivitas tidak cukup hanya disampaikan sebagai materi perkuliahan, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus.

Dengan langkah tersebut, UIN Suska Riau berharap mampu mencetak generasi mahasiswa yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. (*)