Dosen UIN Suska Riau Raih 3rd Best Presenter di Konferensi Internasional, Angkat Isu PHK Media
Dosen UIN Suska Riau, Assyari Abdullah, meraih penghargaan 3rd Best Presenter dalam konferensi internasional di Malaysia melalui riset tentang PHK industri media dan respons publik.
RINGKASAN BERITA:
- Dosen UIN Suska Riau meraih 3rd Best Presenter di forum internasional di Malaysia.
- Riset mengangkat fenomena PHK media dan respons publik berbasis analisis big data.
- Ditemukan hubungan parasosial yang memperkuat empati publik terhadap pekerja media.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri media Indonesia mendapat perhatian di forum internasional setelah diangkat dalam riset dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
Penelitian tersebut bahkan mengantarkan Assyari Abdullah meraih penghargaan 3rd Best Presenter pada 7th Jogjakarta Communication Conference.
Konferensi ilmiah tersebut berlangsung pada 15–17 April 2026 di Eastin Penang Hotel, Penang, Malaysia, dan diikuti ratusan akademisi dari berbagai negara.
Dalam forum itu, Assyari bersama tim mempresentasikan paper berjudul “When Newsroom Tears Go Viral: A Sentiment Analysis of Public Response to Media Layoffs in Indonesia”.
Penelitian tersebut mengkaji fenomena PHK di industri media serta respons emosional publik di ruang digital, seiring perubahan besar akibat transformasi digital.
“Industri media global saat ini mengalami disrupsi besar akibat digitalisasi dan perubahan perilaku konsumsi informasi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada model bisnis, tetapi juga pada stabilitas tenaga kerja di sektor media,” terang Assyari dalam presentasinya.
Dalam risetnya, ia mengungkap bahwa pergeseran konsumsi informasi dari media konvensional ke platform digital berdampak pada penurunan pendapatan iklan, yang kemudian memicu langkah efisiensi oleh perusahaan media, termasuk PHK massal.
Data Dewan Pers Indonesia yang dikutip dalam penelitian mencatat sekitar 1.200 pekerja media mengalami PHK sepanjang 2023–2024, dengan tren yang diperkirakan masih berlanjut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Big Data Analytics dengan menganalisis 2.238 komentar publik pada video YouTube terkait perpisahan presenter KompasTV, Gita Maharkesri, yang sempat viral.
Hasilnya menunjukkan mayoritas komentar bersifat netral sebesar 73,1 persen, disusul komentar positif 14,1 persen dan negatif 12,8 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa respons publik tidak semata emosional, tetapi juga mencerminkan kesadaran sosial terhadap kondisi pekerja media.
Selain itu, riset ini juga menemukan adanya hubungan parasosial antara audiens dan figur media, yang memperkuat empati publik terhadap pekerja yang terdampak PHK.
Sementara itu, General Chair konferensi, Filosa Gita Sukmono, menyebut kegiatan ini diikuti ratusan peneliti dari berbagai negara dengan total 189 paper yang dipresentasikan, terdiri dari 41 secara langsung dan 148 secara daring.
Capaian ini menjadi bukti kontribusi akademisi Indonesia dalam mengangkat isu strategis ke tingkat global, sekaligus memperkuat posisi riset komunikasi nasional dalam diskursus internasional. (*)


