Simulasi Penanggulangan Kebakaran di Umri, Peserta Praktik Langsung Padamkan Api

Simulasi dan edukasi ini dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru.Dalam kegiatan ini dilakukan simulasi pemadaman api.

Simulasi Penanggulangan Kebakaran di Umri, Peserta Praktik Langsung Padamkan Api
Wakil Rektor II Umri, Dr Baidarus melakukan simulasi pemadaman api didampingi petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Kota Pekanbaru, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini diikuti sejumlah civitas akademika. (Sumber: Humas Umri)

RINGKASAN BERITA:

  • Sejumlah civitas akademika Umri menjalani simulasi dan edukasi pencegahan serta penanggulangan kebakaran 
  • Kegiatan melibatkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pekanbaru
  • Dalam kegiatan ini, peserta dilatih menggunakan APAR

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Wakil Rektor II Umri Dr Baidarus, MM MAg melangkah menuju wadah kaleng yang terbakar. Sambil menentang handuk basah, ia menatap kobaran api lalu bersiap menutupnya dengan handuk basah tadi. 

Setelah tertutup semua, api yang semua menyala-nyala itu padam. Menyisakan asap yang mengepul. Simulasi pemadaman api pun berhasil dituntaskan Baidarus.

Langkah itu merupakan bagian dari simulasi dan edukasi pencegahan serta penanggulangan kebakaran yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Pekanbaru. 

Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Kampus Utama Umri Jalan Tuanku Tambusai-Pekanbaru, pada Sabtu  (24/1/2026), sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam mencegah, menanggulangi, serta menghadapi potensi bencana kebakaran.

Kegiatan itu diwarnai praktik langsung penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta simulasi pemadaman api sederhana yang diikuti oleh perwakilan peserta.

Jajaran Kepala Biro, Dosen, Tenaga Kependidikan, Petugas Keamanan, Cleaning Service, serta mahasiswa menjadi peserta kegiatan ini.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan yang dipandu langsung oleh tim Damkarmat Kota Pekanbaru.

Baidarus dalam sambutannya menegaskan simulasi ini sebagai bentuk edukasi dan langkah preventif untuk meminimalisir resiko kebakaran di lingkungan kampus. Karena itulah simulasi sangat penting dilakukan.

Menurut dia, pemahaman dasar tentang penanganan kebakaran harus dimiliki oleh seluruh sivitas akademika. 

Dia berharap, kegiatan tersebut memberi pencerahan kepada seluruh peserta.

Sehingga mengetahui bagaimana bersikap dan bertindak cepat saat menghadapi situasi darurat kebakaran. 

"Kampus harus menjadi ruang yang aman, bukan hanya secara akademik, tetapi juga dari sisi keselamatan,” ujar Baidarus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, SSTP MSi., mengapresiasi Umri yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

zarman menyebut, simulasi tersebut sebagai bagian dari komunikasi dan sosialisasi kebencanaan di wilayah Kota Pekanbaru.

Ia menjelaskan bahwa potensi kebakaran di Kota Pekanbaru cukup tinggi, yakni sekitar 30 persen, sehingga kesiapsiagaan dan sistem proteksi kebakaran perlu dipersiapkan dengan baik. 

Saat ini, Damkarmat Pekanbaru telah menyiapkan 10 Posko yang tersebar di berbagai titik strategis untuk mempercepat penanganan kebakaran dan kegiatan penyelamatan.

“Damkar hadir untuk membantu masyarakat dalam menangani kebakaran rumah dan bangunan. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap masyarakat, termasuk sivitas akademika, semakin waspada dan memahami langkah awal penanganan kebakaran,” jelasnya.

Zarman berharap Kota Pekanbaru senantiasa berada dalam kondisi aman dari berbagai potensi bencana.

“Doa terbaik dari kita semua, Insyaallah Kota Pekanbaru selalu dalam keadaan aman,” ungkap Zarman. (*)