IPB Kembangkan Sistem OLAP Hotspot Karhutla, Bantu Prediksi Kebakaran Hutan Lebih Akurat

IPB University mengembangkan Sistem OLAP Hotspot Karhutla untuk menganalisis data historis titik panas berdasarkan waktu, lokasi, dan tingkat kepercayaan. Inovasi ini diharapkan membantu pemerintah memprediksi potensi kebakaran hutan dan lahan secara lebih akurat.

IPB Kembangkan Sistem OLAP Hotspot Karhutla, Bantu Prediksi Kebakaran Hutan Lebih Akurat
Pemadaman Karhutla di Riau beberapa waktu lalu. (Sumber: Istimewa)

RINGKASAN BERITA:

  • IPB University mengembangkan Sistem OLAP Hotspot Karhutla untuk menganalisis data titik panas secara lebih mendalam.

  • Inovasi ini masuk dalam daftar 117 Inovasi Indonesia-2025 versi Business Innovation Center.

  • Sistem memungkinkan analisis hotspot dari tingkat nasional hingga desa untuk memperkuat sistem peringatan dini karhutla.

RIAUCERDAS.COM - IPB University mengembangkan inovasi teknologi berbasis analisis data untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Inovasi tersebut berupa Sistem OLAP Hotspot Karhutla, yang dirancang untuk menganalisis data historis titik panas guna memprediksi potensi kebakaran secara lebih akurat.

Sistem ini bahkan masuk dalam daftar 117 Inovasi Indonesia-2025 versi Business Innovation Center (BIC), yang menilai berbagai terobosan teknologi dan inovasi dari berbagai sektor di Indonesia.

Sistem OLAP Hotspot Karhutla dikembangkan sebagai alat bantu analisis data titik panas berdasarkan sejumlah dimensi penting, seperti waktu, lokasi, serta tingkat kepercayaan hotspot.

Informasi tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan ringkasan data serta tren yang dapat digunakan untuk membaca potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Teknologi yang digunakan dalam sistem ini adalah online analytical processing (OLAP) yang dipadukan dengan pengelolaan data spasial.

Pendekatan tersebut memungkinkan analisis data dilakukan secara lebih mendalam dibandingkan sistem pemantauan konvensional.

Sistem ini juga dirancang untuk melengkapi Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi+) yang saat ini digunakan oleh Kementerian Kehutanan, dengan memberikan kemampuan analisis data yang lebih komprehensif.

Melalui teknologi OLAP, pengguna dapat menelusuri data historis hotspot secara fleksibel, baik berdasarkan wilayah geografis, periode waktu tertentu, maupun parameter analisis lainnya.

“Inovasi ini kami kembangkan untuk membantu pemangku kebijakan memahami pola dan tren hotspot karhutla,” ujar Prof Imas Sukaesih Sitanggang, ketua tim peneliti dikutip dari laman IPB University, Senin (9/3/2026).

Guru Besar Ilmu Komputer di Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) IPB University tersebut menjelaskan bahwa ketersediaan data saja tidak cukup apabila tidak diolah menjadi informasi yang mudah dipahami dan dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan.

Teknologi OLAP memungkinkan analisis data dilakukan secara dinamis melalui proses drill-down dan roll-up, sehingga informasi dapat ditelusuri mulai dari tingkat nasional hingga wilayah yang lebih detail seperti desa.

Keunggulan lainnya adalah kemampuan sistem untuk menggabungkan data historis dan data terkini, sehingga analisis tren kejadian karhutla dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Prof Imas berharap pengembangan Sistem OLAP Hotspot Karhutla dapat memperkuat sistem peringatan dini karhutla di Indonesia serta membantu pemerintah dalam merancang strategi pencegahan yang lebih efektif.

Dengan dukungan analisis data dan visualisasi interaktif, inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung langkah mitigasi karhutla secara lebih terarah dan berkelanjutan. (*)