UIN Suska Riau Perluas Kerja Sama dengan Kamboja, Fokus Pendidikan dan Ekosistem Halal

Kamboja dalam bidang pendidikan dan pengembangan ekosistem halal. Program ini mencakup pertukaran peserta pendidikan, pembentukan lembaga pelatihan halal, serta rencana sosialisasi halal berbasis masyarakat.

UIN Suska Riau Perluas Kerja Sama dengan Kamboja, Fokus Pendidikan dan Ekosistem Halal
UIN Suska Riau menjajaki kerja sama dengan sejumlah mitra di Kamboja dalam bidang pendidikan dan pengembangan halal, Senin (9/3/2026). (Sumber: UIN Suska Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • UIN Suska Riau menjajaki kerja sama dengan sejumlah mitra di Kamboja dalam bidang pendidikan dan pengembangan halal.

  • Program yang dibahas mencakup pertukaran peserta pendidikan serta integrasi kurikulum halal.

  • Kampus juga merencanakan pembentukan LPK halal dan program desa binaan halal untuk edukasi masyarakat.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau terus memperluas jejaring kerja sama internasional dengan menjajaki kolaborasi pendidikan serta pengembangan sistem halal bersama sejumlah mitra di Kamboja.

Pembahasan kerja sama yang berlangsung pada Senin (9/3/2026) tersebut mencakup berbagai program strategis yang berpotensi memperkuat kontribusi UIN Suska Riau di bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekosistem halal di kawasan Asia Tenggara.

Salah satu program yang dibahas adalah rencana pengiriman atau pertukaran peserta pendidikan dari Kamboja ke Indonesia.

Dalam tahap awal, peserta direncanakan mengikuti program pembelajaran bahasa Indonesia selama satu hingga dua bulan sebagai bekal komunikasi dasar selama menjalani pendidikan di Indonesia.

Setelah itu, peserta akan melanjutkan proses pembelajaran dengan dukungan penggunaan bahasa Inggris dan Arab untuk memperkuat kemampuan komunikasi akademik.

Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti MS, M.Si.,Ak menyampaikan bahwa selain program pendidikan, kerja sama tersebut juga membuka peluang integrasi kurikulum halal dalam sistem pendidikan mitra di Kamboja.

Namun, menurutnya implementasi program tersebut perlu dilakukan secara hati-hati mengingat umat Muslim di Kamboja merupakan kelompok minoritas.

Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan akan bersifat adaptif dan kontekstual, misalnya melalui bidang kesehatan atau program pengembangan lain yang lebih mudah diterima masyarakat.

“Dalam aspek kelembagaan, direncanakan penandatanganan beberapa nota kesepahaman (MoU) antara UIN Suska Riau dengan sejumlah mitra di Kamboja, di antaranya Nuriman, CIC, dan Cambodian Muslim Co-opet (koperasi Muslim Kamboja). Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pengembangan jaringan akademik lintas negara,” kata dia.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, kebutuhan terhadap produk dan sistem halal di Kamboja dinilai masih cukup terbatas, terutama terkait ketersediaan makanan halal.

Kondisi ini dinilai membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik dalam pengembangan sistem sertifikasi halal maupun edukasi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari rencana tersebut, UIN Suska Riau juga merancang kolaborasi dengan lembaga yang memiliki otoritas sertifikasi halal serta menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan di Indonesia, termasuk Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem halal yang lebih komprehensif di kawasan tersebut.

Selain itu, pembahasan juga mencakup rencana pembentukan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang akan berfokus pada pelatihan kompetensi di bidang halal, seperti auditor halal dan bidang terkait lainnya.

Pembentukan LPK dinilai sebagai langkah strategis yang dapat dilakukan lebih cepat sembari menunggu terbentuknya lembaga sertifikasi halal lainnya.

Nantinya, lembaga tersebut diharapkan dapat bekerja sama dengan lembaga sertifikasi serta mendukung proses pelatihan menuju sertifikasi resmi seperti Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Di sisi lain, UIN Suska Riau juga merencanakan program sosialisasi halal kepada masyarakat dengan melibatkan dosen dari lima fakultas sebagai tim relawan.

Tim tersebut akan dibentuk melalui Surat Keputusan resmi dan bertugas memberikan edukasi halal secara terstruktur kepada masyarakat.

Program sosialisasi awal direncanakan dimulai dari wilayah tertentu yang akan dikembangkan sebagai desa binaan halal.

Melalui program tersebut diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman tentang produk halal sekaligus membuka peluang pengembangan pelatihan, pendampingan usaha, hingga promosi produk halal.

“Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen UIN Suska Riau untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan internasional sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat regional, ujar Rektor. (*)