Mahasiswi UIR Tembus Top 5 Bujang Dara Pekanbaru 2026

Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau, Natasya Amelda, berhasil menembus Top 5 Finalis Bujang Dara Kota Pekanbaru 2026. Capaian tersebut menjadi bukti peran mahasiswa UIR dalam mengembangkan potensi kepemimpinan, komunikasi, serta pelestarian budaya Melayu dan promosi pariwisata daerah.

Mahasiswi UIR Tembus Top 5 Bujang Dara Pekanbaru 2026
Mahasiswi FIKOM UIR, Natasya Amelda, berhasil masuk Top 5 Finalis Bujang Dara Kota Pekanbaru 2026. (Sumber: UIR)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswi FIKOM UIR, Natasya Amelda, berhasil masuk Top 5 Finalis Bujang Dara Kota Pekanbaru 2026.
  • Selama kompetisi, para finalis mendapat pembekalan budaya Melayu, pariwisata, public speaking, etika, dan kepemimpinan.
  • Prestasi ini memperkuat kiprah mahasiswa UIR dalam bidang budaya, kepemimpinan, dan promosi pariwisata di luar capaian akademik.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Islam Riau (UIR), Natasya Amelda, berhasil mencatatkan prestasi dengan menembus Top 5 Finalis Bujang Dara Kota Pekanbaru 2026.

Pencapaian itu diraih setelah mengikuti seluruh tahapan seleksi, pembekalan, karantina, hingga malam grand final.

Keberhasilan tersebut memperlihatkan kiprah mahasiswa UIR yang tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam ajang pengembangan karakter, budaya, dan pariwisata.

Ajang Bujang Dara Kota Pekanbaru menjadi sarana bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri sebagai duta yang mampu memperkenalkan budaya Melayu, sektor pariwisata, serta berbagai potensi yang dimiliki Kota Pekanbaru.

Selama proses seleksi, para finalis mendapatkan pembekalan mengenai budaya Melayu, kepariwisataan, public speaking, etika, kepribadian, hingga kepemimpinan.

Bagi Natasya, pengalaman mengikuti ajang tersebut menjadi proses pembelajaran yang memberikan banyak manfaat bagi pengembangan diri.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari Top 5 Finalis Bujang Dara Kota Pekanbaru 2026," ujarnya. 

Perjalanan ini mengajarkan Natasya banyak hal. Mulai dari pentingnya disiplin, kerja sama, kemampuan berkomunikasi, hingga rasa percaya diri untuk terus berkembang.

"Saya juga mendapatkan kesempatan bertemu dengan banyak orang hebat yang memberikan pengalaman dan inspirasi baru,” tutur Natasya.

Ia menilai ajang Bujang Dara tidak hanya mengutamakan penampilan, tetapi juga mengasah wawasan, karakter, kepedulian terhadap budaya, serta kemampuan komunikasi sebagai bekal untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Natasya berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan diri sekaligus menginspirasi mahasiswa lain agar berani mengikuti berbagai kegiatan di luar perkuliahan.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi sarana memperluas relasi, mengembangkan kompetensi, dan membawa nama baik Universitas Islam Riau di tingkat daerah maupun nasional.

Capaian yang diraih Natasya sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa UIR mampu menunjukkan prestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam pengembangan kepemimpinan, pelestarian budaya, dan promosi pariwisata. (*)