Riset AI Prof Arbi Haza Nasution Angkat Reputasi UIR di Kancah Internasional
Produktivitas riset di bidang kecerdasan buatan yang dilakukan Prof. Arbi Haza Nasution turut memperkuat posisi Universitas Islam Riau sebagai kampus yang aktif berkontribusi dalam pengembangan teknologi bahasa, Natural Language Processing, dan Large Language Models di tingkat global.
RINGKASAN BERITA:
- Di usia 36 tahun, Prof. Arbi Haza Nasution menjadi salah satu profesor muda yang aktif meneliti AI, NLP, dan Large Language Models di Indonesia.
- Ia mengembangkan mesin penerjemah real time berbasis LLM untuk mendukung pariwisata dan pembelajaran multibahasa di Indonesia.
- Karya ilmiahnya terbit di sejumlah jurnal internasional bereputasi dan ia dipercaya menjadi reviewer berbagai jurnal global di bidang teknologi dan kecerdasan buatan.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pencapaian akademik Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT (Hons)., M.IT., dalam bidang kecerdasan buatan dan teknologi bahasa turut membawa dampak terhadap penguatan reputasi Universitas Islam Riau (UIR) di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui berbagai riset dan publikasi ilmiah yang dihasilkannya, UIR semakin dikenal sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).
Di usia 36 tahun, Prof. Arbi menjadi salah satu akademisi muda Indonesia yang aktif membangun rekognisi riset pada bidang Natural Language Processing (NLP), Large Language Models (LLM), dan teknologi bahasa.
Aktivitas penelitiannya mencerminkan perpaduan antara pengembangan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Berbagai topik strategis menjadi fokus kajiannya. Mulai dari pengembangan teknologi bahasa untuk bahasa dengan sumber daya terbatas (low-resource language), penerjemahan mesin multibahasa, Large Language Models, anotasi data berbasis AI, deteksi phishing, analisis sentimen, hingga Retrieval-Augmented Generation dalam kajian Al-Qur’an.
Keragaman penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan AI tidak hanya diarahkan pada aspek teoritis, tetapi juga untuk menghadirkan solusi yang dapat dimanfaatkan secara nyata dalam berbagai sektor.
Di tingkat nasional, Prof. Arbi memperoleh sejumlah hibah dan proyek penelitian dari kementerian.
Salah satu proyek yang dijalankannya pada 2025 adalah pengembangan mesin penerjemah real time berbasis Large Language Model yang ditujukan untuk mendukung sektor pariwisata dan pembelajaran multibahasa di Indonesia.
Sebelumnya, ia juga mengembangkan riset penerjemahan bahasa daerah Indonesia menggunakan pendekatan berbasis pivot.
Penelitian tersebut dirancang untuk membantu komunikasi antara wisatawan mancanegara dan masyarakat lokal, sekaligus menghubungkan kebutuhan teknologi informasi dengan pelestarian bahasa daerah serta penguatan layanan publik.
Kontribusi Prof. Arbi juga mendapat pengakuan di tingkat internasional melalui publikasi pada berbagai jurnal dan forum ilmiah bereputasi.
Karya-karyanya telah diterbitkan di IEEE Access, Information, Applied Sciences, Sensors, serta ACM Transactions on Asian and Low-Resource Language Information Processing.
Publikasi tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam pengembangan kajian global terkait Natural Language Processing, Large Language Models, dan teknologi bahasa yang terus berkembang pesat.
Tidak hanya aktif sebagai penulis, Prof. Arbi juga dipercaya menjadi reviewer pada sejumlah jurnal ilmiah internasional bereputasi.
Di antaranya IEEE Transactions on Knowledge and Data Engineering, Scientific Reports, Natural Language Processing Cambridge University Press, Sensors, Applied Sciences, serta berbagai jurnal ilmiah lainnya.
Keterlibatan sebagai reviewer menunjukkan kepercayaan komunitas akademik internasional terhadap kompetensi dan kontribusinya dalam menjaga kualitas publikasi ilmiah di bidang teknologi informasi dan kecerdasan buatan.
Melalui berbagai capaian tersebut, Universitas Islam Riau semakin memperkuat eksistensinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu berkontribusi dalam pengembangan AI, teknologi bahasa, dan riset bertaraf internasional.
Keberhasilan tersebut juga menjadi motivasi bagi akademisi muda Indonesia untuk terus menghasilkan penelitian yang relevan, bermanfaat, dan memiliki daya saing global. (*)