Mahasiswa Kukerta Unri Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi dan Sabun

Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau mengedukasi masyarakat Desa Pulau Kedundung, Kabupaten Kuantan Singingi, untuk mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun cuci piring. Program ini bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan kesadaran pengelolaan limbah, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Mahasiswa Kukerta Unri Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi dan Sabun
Mahasiswa Kukerta Unri mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun cuci piring yang bernilai ekonomi. (Sumber: Kelompok Kukerta Unri Desa Pulau Kedundung)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa Kukerta Unri mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun cuci piring yang bernilai ekonomi.
  • Program ini mengedukasi masyarakat tentang bahaya penggunaan minyak jelantah berulang sekaligus memperkenalkan konsep pengelolaan limbah 3R.
  • Warga Desa Pulau Kedundung diajak praktik langsung membuat produk ramah lingkungan yang berpotensi menjadi peluang usaha rumahan.

RIAUCERDAS.COM, KUANTAN SINGINGI - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (Unri) menghadirkan inovasi pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun cuci piring berbahan alami.

Cara ini sebagai upaya mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Program tersebut dilaksanakan di Balai Desa Pulau Kedundung, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan pengabdian masyarakat itu mendapat sambutan positif dari ibu-ibu Desa Pulau Kedundung yang mengikuti sosialisasi dan praktik langsung pemanfaatan minyak jelantah.

Selama ini, limbah minyak goreng bekas tersebut umumnya dibuang atau digunakan berulang kali yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan.

Ketua Kukerta Desa Pulau Kedundung, Safrin Nada Ramdani, Sabtu (25/7/2026) mengatakan pengolahan minyak jelantah menjadi produk bermanfaat merupakan salah satu program prioritas kelompok Kukerta selama menjalankan pengabdian di desa tersebut.

“Program ini merupakan salah satu program prioritas kami selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Pulau Kedundung. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan limbah minyak jelantah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah sekaligus memberikan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Kukerta mengajak peserta terlibat langsung membuat lilin aromaterapi dan sabun cuci piring sesuai kreativitas masing-masing.

Penanggung jawab kegiatan, Faiza Julia, mengatakan program tersebut juga bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap minyak jelantah yang masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan benar.

Selain itu, kegiatan ini mengingatkan masyarakat mengenai risiko penggunaan minyak jelantah secara berulang.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak minyak jelantah terhadap kesehatan dan lingkungan.

Setelah itu, peserta dikenalkan dengan tahapan pembuatan lilin aromaterapi, mulai dari proses penyaringan minyak hingga pencetakan lilin.

Selanjutnya, peserta mengikuti praktik pembuatan sabun cuci piring berbahan alami dari daun pandan dan jeruk nipis menggunakan peralatan sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.

Program ini juga menjadi sarana memperkenalkan konsep reduce, reuse, dan recycle (3R) dalam pengelolaan limbah rumah tangga.

Mahasiswa Kukerta menilai metode pelatihan dan praktik langsung mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah menjadi produk yang bernilai.

Saat melakukan kunjungan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Indra Suandy, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa program pengolahan minyak jelantah tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi solusi dalam penanganan limbah rumah tangga.

Salah seorang anggota PKK Desa Pulau Kedundung turut mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa Kukerta Unri tersebut.

“Dengan adanya program kerja yaitu pengolahan minyak jelantah menjadi lilin, kemudian pembuatan sabun cuci piring, menurut saya bagus, mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu PKK untuk mengembangkannya,” katanya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian souvenir berupa lilin aromaterapi dan sabun cair hasil olahan mahasiswa.

Melalui program ini, mahasiswa Kukerta Berdampak Unri berharap masyarakat dapat menerapkan pengolahan minyak jelantah secara berkelanjutan sehingga mampu mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan ramah lingkungan. (rls)