ASEAN Luncurkan Work Plan Pendidikan, Mendikdasmen Soroti AI, STEM, dan Pendidikan Karakter

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menghadiri Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14 di Singapura. Forum tersebut menghasilkan peluncuran ASEAN Work Plan on Education 2026–2030 yang menitikberatkan pada pemanfaatan AI, penguatan STEM, dan pengembangan karakter peserta didik.

ASEAN Luncurkan Work Plan Pendidikan, Mendikdasmen Soroti AI, STEM, dan Pendidikan Karakter
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti hadir mewakili Indonesia dalam pertemuan bertema "Strengthening ASEAN through Education" di Singapura. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • ASEAN meluncurkan Work Plan on Education 2026–2030 sebagai arah kerja sama pendidikan lima tahun ke depan.
  • Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi di era AI.
  • Delegasi Indonesia meninjau pembelajaran AI dan STEM di North Vista Primary School serta fasilitas makerspace di Singapura.

RIAUCERDAS.COM, SINGAPURA - Negara-negara anggota ASEAN resmi meluncurkan ASEAN Work Plan on Education 2026–2030 sebagai pedoman kerja sama pendidikan lima tahun ke depan dalam Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN (14th ASEAN Education Ministers Meeting/ASED) di Singapura, Rabu (22/7/2026).

Peluncuran rencana kerja tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam forum yang mempertemukan para menteri pendidikan ASEAN untuk membahas arah pengembangan sistem pendidikan yang lebih inklusif, komprehensif, dan transformatif.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti hadir mewakili Indonesia dalam pertemuan bertema "Strengthening ASEAN through Education".

Forum itu juga membahas berbagai isu strategis, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), penguatan pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), hingga pembentukan karakter peserta didik.

Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun masyarakat ASEAN yang tangguh, inklusif, dan siap menghadapi perubahan global.

"Seiring kawasan kita menghadapi kemajuan teknologi yang pesat dan dunia yang semakin saling terhubung, kita harus memastikan bahwa pendidikan membekali setiap peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi yang diperlukan untuk berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masa depan bersama kita," ucap Mendikdasmen.

Dalam forum yang sama, Menteri Desmond Lee menegaskan pendidikan menjadi fondasi penting untuk memperkuat hubungan antarnegara di kawasan ASEAN.

"Pendidikan bukan hanya bagaimana setiap negara kita bergerak ke depan, tetapi juga bagaimana kita memperkuat hubungan kita bersama dan membangun masa depan ASEAN," ujarnya.

Desmond Lee menjelaskan, terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian pengembangan pendidikan ASEAN pada periode mendatang, yakni penerapan AI dalam proses pembelajaran, penguatan pendidikan STEM, serta pengembangan karakter peserta didik agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain mengikuti agenda pertemuan, delegasi Indonesia juga mengunjungi North Vista Primary School di Singapura untuk melihat penerapan pembelajaran berbasis AI dan STEM.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi meninjau fasilitas makerspace, yaitu ruang bagi murid untuk melakukan eksperimen dan mengembangkan berbagai proyek dengan menerapkan teori ke dalam praktik secara langsung.

Sebagai tindak lanjut implementasi ASEAN Work Plan on Education 2026–2030, Singapura turut memperkenalkan sejumlah program kolaborasi pendidikan di kawasan.

Program tersebut meliputi ASEAN Plus 3 STEM Camp, ASEAN Student Adventure Camp, serta ASEAN Values Education Network for Unity and Engagement (AVENUE).

Peluncuran rencana kerja tersebut diharapkan menjadi landasan bagi negara-negara ASEAN dalam memperkuat kerja sama pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, dan kemampuan beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi serta tantangan masa depan. (*)