Kemdiktisaintek Dorong AI Masuk Layanan BUMN

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan publik BUMN melalui kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Langkah ini diharapkan mempercepat lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kemdiktisaintek Dorong AI Masuk Layanan BUMN
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie melakukan pertemuan bersama Badan Pengelola (BP) BUMN di kantor Kemdiktisaintek. (Sumber: Kemdiktisaintek)

RINGKASAN BERITA:

  • Kemdiktisaintek mendorong pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas layanan publik di berbagai sektor BUMN.
  • Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dinilai menjadi kunci percepatan riset dan inovasi AI di Indonesia.
  • Implementasi AI akan dilakukan secara bertahap dengan memperkuat infrastruktur digital dan mengembangkan teknologi dalam negeri.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam layanan publik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai perlu diperkuat melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Pengelola (BP) BUMN.

Wakil Mendiktisaintek, Stella Christie, mengatakan pengalaman sejumlah perguruan tinggi dunia menunjukkan bahwa pengembangan riset akan lebih cepat berkembang apabila didukung kemitraan yang erat dengan pemerintah dan sektor industri.

“Berkaca dari kampus di luar negeri, kolaborasinya erat dengan pemerintahan dan industri, terutama dalam hal riset. Apabila pemerintah dan industri perlu riset, mereka akan memberikan pendanaan riset ke perguruan tinggi,” ujar Stella dikutip dari laman Kemdiktisaintek, Senin (6/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang penerapan AI pada berbagai layanan publik yang dikelola BUMN, mulai dari sektor transportasi, kesehatan, logistik hingga pelayanan pelanggan.

Pengembangan teknologi tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, akademisi Tsinghua University, Rong Ke, turut hadir untuk berbagi pengalaman mengenai model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam pengembangan riset serta implementasi kecerdasan buatan.

Sementara itu, Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, menilai transformasi yang sedang dijalankan BUMN membuka peluang lebih besar bagi pemanfaatan AI di berbagai sektor strategis.

“Pemanfaatan AI harus dibangun secara bertahap. Kita dapat memulai dari berbagai use case yang memberikan manfaat langsung, sembari terus memperkuat infrastruktur digital agar implementasinya semakin luas dan berkelanjutan. Kerja sama teknologi dengan negara lain harus dibarengi dengan mendorong teknologi kita sendiri,” ujar Tedi.

Stella juga menyoroti praktik pengembangan riset di Tsinghua University yang dinilai berhasil membangun keterhubungan antara kebutuhan pemerintah, industri, dan perguruan tinggi.

Model tersebut dinilai dapat menjadi referensi dalam memperkuat budaya riset dan inovasi di Indonesia.

Di sisi lain, Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Hasan Chabibie, menegaskan komitmen Kemdiktisaintek untuk memperkuat tata kelola data, infrastruktur digital, dan sinergi lintas sektor guna mendukung implementasi AI secara berkelanjutan.

Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus memperluas kerja sama dengan berbagai mitra nasional maupun internasional untuk membangun ekosistem AI yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi berbasis kecerdasan buatan yang mendukung transformasi ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. (*)