Orang Tua Murid Apresiasi SPMB Ramah di Sumbar

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah di Sumatera Barat mendapat apresiasi dari orang tua dan calon murid. Layanan yang transparan, inklusif, serta pendampingan dari sekolah dinilai memberikan pengalaman positif sejak proses pendaftaran.

Orang Tua Murid Apresiasi SPMB Ramah di Sumbar
Aktivitas Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Ramah di Sumatera Barat. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • SPMB Ramah di sejumlah sekolah di Sumatera Barat mendapat respons positif dari masyarakat.
  • SPMB di Sumatera Barat mengedepankan akuntabilitas, transparansi dan inklusivitas.
  • Orangtuacalon peserta didik merasa diperhatikan saat mendaftar.

RIAUCERDAS.COM, PADANG – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah di sejumlah sekolah di Sumatera Barat mendapat respons positif dari masyarakat.

Orang tua hingga calon murid menilai pelayanan yang terbuka, inklusif, dan transparan membuat proses pendaftaran berlangsung lebih nyaman serta membangun kepercayaan terhadap layanan pendidikan.

Salah satu pengalaman tersebut dirasakan Pepi Mulyasari saat mendaftarkan putranya yang merupakan penyandang Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) ke SLBN 1 Padang.

Pepi mengaku sempat diliputi kekhawatiran karena stigma yang masih melekat terhadap anak berkebutuhan khusus. Namun, pelayanan dan pendampingan yang diberikan pihak sekolah membuatnya lebih yakin.

"Kami merasa sangat diperhatikan. Semua dijelaskan dengan rinci dan tidak terburu-buru. Harapan saya sederhana, anak saya bisa belajar dengan nyaman dan mendapatkan pelayanan yang sesuai hingga anak saya bisa menggali kemampuannya dan berkembang sesuai minat dan bakatnya. Keistimewaan yang dititipkan akan saya rawat hingga ia meraih masa depannya," ujarnya.

Pengalaman serupa juga dirasakan sejumlah orang tua dan calon murid di SMAN 12 Padang serta SMKN 6 Padang.

Pelaksanaan SPMB di Provinsi Sumatera Barat mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan inklusivitas agar setiap calon murid memperoleh kesempatan yang sama.

Di SMKN 6 Padang, panitia tidak hanya menyediakan informasi pendaftaran secara terbuka, tetapi juga memberikan pendampingan kepada calon murid yang masih bingung menentukan pilihan konsentrasi keahlian.

Guru sekaligus panitia SPMB SMKN 6 Padang, Annisa Fitria, mengatakan proses administrasi berjalan lancar meski masih terdapat tantangan dalam membantu calon murid menentukan pilihan jurusan.

"Secara prosedur administrasi, pelaksanaan SPMB di SMKN 6 Padang berjalan lancar. Pihak sekolah berupaya untuk memberikan pelayanan yang dapat membantu orang tua dan calon murid. Akan tetapi, yang menjadi PR kami adalah mengarahkan calon murid karena banyak calon murid yang bimbang untuk memilih salah satu dari dua konsentrasi keahlian yang mereka tulis di formulir pendaftaran," ujarnya.

Sementara itu, calon murid SMAN 12 Padang, Zahran Ai Syerky, mengaku proses pendaftaran berlangsung lancar berkat informasi yang mudah dipahami dan bantuan dari guru.

"Informasinya lengkap dan mudah dipahami. Kalau ada yang kurang jelas, guru langsung membantu menjelaskan. Jadi, kami lebih tenang mengikuti proses pendaftaran. Kendalanya ya hanya antre panjang karena banyak calon murid yang daftar, selebihnya aman dan lancar," kata dia.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB Ramah menjadi langkah awal membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan.

SPMB merupakan pintu masuk layanan pendidikan.

Oleh karena itu, seluruh satuan pendidikan harus memastikan proses penerimaan berjalan secara terbuka, jelas, dan inklusif.

"Pelaksanaan SPMB Ramah bukan hanya proses penerimaan calon murid baru, tetapi juga gerbang pertama pengalaman positif bagi murid, orang tua, untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu," tutur Tatang.

Ia menilai praktik yang diterapkan sekolah-sekolah di Kota Padang menunjukkan bahwa SPMB tidak sekadar menjadi proses seleksi, tetapi juga menjadi awal terciptanya layanan pendidikan yang adil, akuntabel, dan berkualitas melalui pelayanan tanpa diskriminasi serta pendampingan sesuai kebutuhan setiap calon murid dan keluarganya. (*)