Antisipasi Karhutla 2026, Bupati Kampar Minta Desa Rawan Kebakaran Bangun Kanal dan Waduk Air

Bupati Kampar Ahmad Yuzar menginstruksikan seluruh kepala desa dan lurah di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan untuk membangun kanal serta waduk penampungan air. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan dini Karhutla yang disampaikan dalam Apel Siaga Penanggulangan Karhutla 2026.

Antisipasi Karhutla 2026, Bupati Kampar Minta Desa Rawan Kebakaran Bangun Kanal dan Waduk Air
Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengecek kesiapan pasukan saat memimpin Apel Siaga Antisipasi dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026 di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Kamis (4/6/2026). (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA: 

  • Bupati Kampar menginstruksikan desa dan kelurahan rawan Karhutla membangun kanal serta waduk penampungan air untuk mendukung pemadaman dini.
  • Pemkab Kampar menekankan kesiapan peralatan, personel, dan sistem peringatan dini menghadapi musim kemarau 2026.
  • Apel siaga melibatkan TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, dan masyarakat sebagai bentuk penguatan koordinasi penanggulangan Karhutla.

RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Pemerintah Kabupaten Kampar mulai memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan mendorong pembangunan sarana penampungan air di wilayah rawan kebakaran.

Instruksi itu disampaikan Bupati Kampar Ahmad Yuzar saat memimpin Apel Siaga Antisipasi dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026 di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Kamis (4/6/2026).

Dalam arahannya, Ahmad Yuzar meminta seluruh kepala desa dan lurah di daerah yang berpotensi mengalami Karhutla agar menyiapkan kanal maupun waduk penampungan air.

Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung upaya pemadaman sejak dini apabila terjadi kebakaran.

Apel siaga tersebut dihadiri Wakil Bupati Kampar Misharti, unsur Forkopimda Kabupaten Kampar, Kepala Basarnas Kelas A Pekanbaru, Kepala Pelaksana BPBD-PK Provinsi Riau, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Riau.

Hadir juga Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Sumatera IV Pekanbaru, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rokan Hulu, kepala perangkat daerah, para camat, unsur TNI-Polri, dunia usaha, serta masyarakat.

Bupati Kampar menegaskan bahwa pelaksanaan apel bukan hanya agenda seremonial, melainkan bentuk kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman Karhutla selama musim kemarau.

"Apel gelar pasukan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan bukti kesiapan dan komitmen bersama antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, BPBD, OPD terkait, dunia usaha dan masyarakat Kabupaten Kampar untuk bertindak cepat, tanggap, dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar,” kata bupati.

Ia juga mengapresiasi BPBD Kabupaten Kampar yang menginisiasi kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam pencegahan maupun penanggulangan Karhutla.

Menurut Ahmad Yuzar, keterlibatan seluruh elemen menjadi kunci penting dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, forum apel siaga diharapkan mampu mendorong kontribusi nyata dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, seluruh pihak dapat berbuat serta terlibat langsung memberikan kontribusi, masukan, dan langkah-langkah nyata dalam upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar,” ungkapnya.

Selain pembangunan kanal dan waduk penampungan air, Bupati Kampar juga menyoroti sejumlah langkah strategis yang harus menjadi perhatian bersama.

Di antaranya peningkatan sistem peringatan dini dan respons cepat, pemetaan kawasan rawan Karhutla, kesiapan peralatan dan sarana pendukung, penguatan koordinasi lintas sektor, kesiapsiagaan tanggap darurat, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Khusus kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kampar, Ahmad Yuzar meminta agar seluruh personel dan peralatan selalu dalam kondisi siap digunakan sehingga dapat segera dikerahkan saat terjadi keadaan darurat.

Ia juga mengingatkan agar keselamatan petugas dan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap proses penanganan bencana, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan anak-anak.

Menutup arahannya, Ahmad Yuzar menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya kesiapsiagaan Karhutla di Kabupaten Kampar.

“Mari kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Salam tangguh, salam kemanusiaan,” tutupnya.

Apel siaga diakhiri dengan pengecekan personel serta peralatan penanggulangan Karhutla sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan Kabupaten Kampar menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2026. (*)