Mahasiswa Kukerta Unri Petakan Rantai Pasok Ikan Patin di Desa Rumbio, Siapkan Pendampingan KUB Frozen Food

Mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus Universitas Riau melakukan identifikasi rantai pasok ikan patin di Desa Rumbio, Kabupaten Kampar. Pemetaan ini menjadi dasar penyusunan program pendampingan Kelompok Usaha Bersama (KUB) untuk pengembangan produk olahan ikan patin berbasis frozen food.

Mahasiswa Kukerta Unri Petakan Rantai Pasok Ikan Patin di Desa Rumbio, Siapkan Pendampingan KUB Frozen Food
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau foto bersama di dekat kolam ikan saat memetakan rantai pasok ikan patin sebagai dasar pendampingan Kelompok Usaha Bersama di Desa Rumbio. (Sumber: Kelompok Kukerta Unri Desa Rumbio)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa Kukerta Unri memetakan rantai pasok ikan patin sebagai dasar pendampingan Kelompok Usaha Bersama di Desa Rumbio.
  • Sebanyak 15 pembudidaya ikan patin diwawancarai untuk mengidentifikasi potensi bahan baku hingga sistem pemasaran.
  • Data hasil identifikasi akan digunakan untuk mendukung pengembangan produk olahan ikan patin berbasis frozen food.

RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Pemetaan rantai pasok ikan patin menjadi langkah awal yang dilakukan Mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus Universitas Riau (Unri) sebelum menjalankan program pendampingan Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Desa Rumbio, Kecamatan Kampar.

Data yang dihimpun akan dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan usaha olahan ikan patin menjadi produk frozen food.

Kegiatan identifikasi dilaksanakan pada 8, 9, 14, dan 15 Juli 2026 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Bunga Chintia Utami, S.IP., M.E.

Program tersebut juga merupakan bagian dari kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Unri yang berfokus pada pengembangan potensi desa melalui pendampingan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mewawancarai 15 pemilik kolam ikan patin menggunakan kuesioner yang telah disiapkan.

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai jumlah kolam, ketersediaan benih, proses budidaya, hasil panen, hingga sistem pemasaran ikan patin.

Mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus Unri, Neila Mareta, mengatakan identifikasi tersebut menjadi tahapan awal agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami berharap program yang dijalankan nantinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi Kelompok Usaha Bersama di Desa Rumbio," terang Neila.

Berdasarkan hasil identifikasi, budidaya ikan patin di Desa Rumbio dinilai memiliki potensi yang baik untuk mendukung pengembangan usaha olahan berbahan baku ikan patin.

Para pemilik kolam juga berbagi pengalaman mengenai proses budidaya serta berbagai kendala yang dihadapi selama menjalankan usaha.

Sementara itu, Kepala Dusun 5 Desa Rumbio menyebut wilayahnya memiliki banyak pembudidaya ikan patin, terutama di Dusun 5 dan Dusun 6.

"Desa Rumbio ini banyak petani ikan patin, terutama di Dusun 5 dan Dusun 6. Jadi, adik-adik mahasiswa bisa menjalankan program kerja di dusun tersebut," kata dia.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai alur rantai pasok ikan patin, mulai dari proses budidaya hingga hasil panen dipasarkan.

Informasi itu akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembinaan KUB, khususnya untuk pengembangan produk frozen food berbahan dasar ikan patin.

Selama kegiatan berlangsung, proses identifikasi mendapat sambutan positif dari para pemilik kolam.

Mahasiswa dan masyarakat juga berdiskusi mengenai potensi pengembangan budidaya ikan patin dengan harapan program pendampingan yang akan dilaksanakan mampu memberikan manfaat bagi perkembangan usaha masyarakat di Desa Rumbio. (rls)