Mahasiswi UIN Suska Riau Presentasikan Riset Machine Learning tentang MrBeast di Konferensi Internasional Malaysia

Mahasiswi UIN Suska Riau, Nabilah Angielara, tampil di forum internasional 7th Jogjakarta Communication Conference di Malaysia dengan riset analisis sentimen berbasis machine learning terhadap komentar YouTube MrBeast. Penelitian tersebut mencatat tingkat akurasi hingga 96 persen.

Mahasiswi UIN Suska Riau Presentasikan Riset Machine Learning tentang MrBeast di Konferensi Internasional Malaysia
Nabilah Angielara, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya dalam ajang 7th Jogjakarta Communication Conference (JCC). (Sumber: uin-suska.ac.id)

RINGKASAN BERITA: 

  • Mahasiswi UIN Suska Riau mempresentasikan riset machine learning di konferensi internasional Malaysia.
  • Penelitian menganalisis komentar YouTube MrBeast dengan tingkat akurasi mencapai 96 persen.
  • Mayoritas komentar audiens terhadap konten MrBeast terdeteksi bernada positif.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui riset berbasis teknologi digital.

Nabilah Angielara berhasil mempresentasikan penelitian tentang analisis sentimen media sosial dalam ajang 7th Jogjakarta Communication Conference (JCC) yang digelar di Penang, Malaysia, pada pertengahan April 2026.

Dalam forum ilmiah yang diikuti ratusan akademisi dari berbagai negara tersebut, Nabilah memaparkan penelitian berjudul “Public Opinion Toward Viral YouTube Content: Machine Learning–Based Sentiment Analysis of Comments on the MrBeast Channel”.

Penelitian itu membahas pemanfaatan teknologi machine learning untuk membaca opini publik terhadap konten viral di media sosial secara otomatis dan akurat.

Nabilah menggunakan data besar yang berasal dari kolom komentar kanal YouTube MrBeast sebagai objek penelitian.

Data tersebut kemudian dianalisis melalui sejumlah tahapan teknis, mulai dari text preprocessing hingga metode Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF).

Setelah diproses, komentar-komentar pengguna diklasifikasikan ke dalam tiga kategori sentimen, yakni positif, netral, dan negatif menggunakan algoritma machine learning.

Pendekatan berbasis data itu dinilai mampu memberikan efisiensi dan objektivitas lebih tinggi dibanding metode riset komunikasi konvensional, terutama dalam mengolah data digital dalam jumlah besar.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas audiens memberikan respons positif terhadap konten MrBeast dengan persentase mencapai 63,09 persen.

Sementara sentimen negatif hanya tercatat sebesar 1,41 persen dan sisanya masuk kategori netral.

Tak hanya itu, model komputasi yang dikembangkan dalam penelitian tersebut juga mencatat tingkat akurasi sekitar 96 persen.

Partisipasi Nabilah dalam konferensi internasional yang menampilkan 189 makalah ilmiah itu dinilai menjadi bukti meningkatnya kapasitas riset mahasiswa UIN Suska Riau di bidang komunikasi digital dan teknologi informasi.

Keberhasilan tersebut juga disebut mencerminkan perkembangan kurikulum riset kampus yang semakin adaptif terhadap transformasi digital dan kebutuhan dunia akademik global.

Melalui capaian itu, diharapkan semakin banyak mahasiswa Indonesia yang terdorong mengembangkan penelitian di bidang komunikasi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan era digital. (*)