UIN Ar-Raniry Banda Aceh Ungguli Kampus Top Indonesia
UIN Ar-Raniry Banda Aceh melampaui sejumlah kampus ternama dalam pemeringkatan riset hukum global versi SIR 2026, menandai kebangkitan PTKIN di kancah internasional.
RINGKASAN BERITA:
- UIN Ar-Raniry kalahkan UI dan UNDIP dalam bidang hukum versi SIR 2026
- Tempati peringkat 131 dunia, menunjukkan daya saing global meningkat
- Didukung 125 jurnal ilmiah dan publikasi bereputasi internasional.
RIAUCERDAS.COM, ACEH - Dominasi perguruan tinggi besar dalam bidang hukum mulai tergeser.
Dalam pemeringkatan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh justru tampil sebagai salah satu kekuatan baru dengan menempati posisi kedua nasional.
Capaian ini menjadi sorotan karena kampus berbasis keagamaan tersebut mampu melampaui sejumlah universitas papan atas di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia dan Universitas Diponegoro pada indikator yang sama.
Secara global, UIN Ar-Raniry berada di peringkat 131 dunia untuk bidang hukum, tepat di bawah Universitas Airlangga yang menempati posisi pertama nasional sekaligus peringkat 92 dunia.
Posisi ini memperlihatkan peningkatan daya saing kampus di tingkat internasional.
Pemeringkatan Scimago sendiri mengacu pada tiga aspek utama, yakni kinerja riset, inovasi, dan dampak sosial.
Penilaian tersebut berbasis data publikasi ilmiah terindeks Scopus, jumlah sitasi, serta kolaborasi global.
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Mujiburrahmann, menilai capaian ini mencerminkan perubahan besar dalam peta riset nasional, khususnya bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
“Capaian ini bukan sekadar prestasi institusi, tetapi juga mencerminkan perubahan dalam lanskap riset nasional. PTKIN yang sebelumnya berada di pinggiran kini mulai mengambil peran strategis dalam produksi pengetahuan,” ujarnya dikutip dari laman Kemenag, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, peningkatan kualitas riset didorong oleh penguatan publikasi ilmiah, pengembangan jurnal bereputasi, serta perluasan kerja sama internasional.
Saat ini, UIN Ar-Raniry mengelola sekitar 125 jurnal ilmiah, dengan puluhan di antaranya telah terakreditasi nasional.
Empat jurnal bahkan telah menembus indeks Scopus kuartil satu (Q1), menandakan kualitas publikasi yang diakui secara global.
Salah satu di antaranya, El-Usrah, masuk dalam jajaran jurnal antropologi terkemuka di Asia.
Tren positif ini juga terlihat dari capaian sebelumnya. Pada SIR 2025, UIN Ar-Raniry berhasil menempati posisi keempat nasional dalam kategori kinerja riset, sekaligus menjadi yang terbaik di luar Pulau Jawa.
Selain itu, dua dosennya turut masuk dalam daftar Top 2 Percent Scientist Worldwide, memperkuat reputasi akademik kampus di tingkat global.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Kamaruzzaman, menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari konsistensi dalam membangun budaya publikasi ilmiah.
“Kami mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas riset,” ujarnya.
Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa kampus keagamaan kini tidak lagi berada di pinggiran, melainkan mulai menjadi pemain utama dalam produksi ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional. (*)


