Wamendikdasmen: Kepemimpinan Remaja Ditentukan Kecerdasan Sosial dan Mental Health
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menegaskan pentingnya kecerdasan sosial dan kesehatan mental dalam membentuk kepemimpinan remaja. Hal itu disampaikan dalam talkshow yang diikuti 500 pengurus OSIS se-DKI Jakarta.
RINGKASAN BERITA:
- Wamendikdasmen menegaskan kepemimpinan ditentukan kombinasi kecerdasan intelektual dan sosial.
- Kesehatan mental menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan prestasi pelajar.
- Pengalaman organisasi seperti OSIS berperan besar dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa kepemimpinan remaja tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan sosial dan kesehatan mental.
Hal tersebut disampaikan Atip saat menjadi narasumber dalam Talkshow Ayo Cerita: Mental Health Issue Remaja pada rangkaian Jakarta Youth Achievement Award yang digelar di MNC University, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 500 pengurus OSIS dari 89 sekolah di DKI Jakarta sebagai ruang diskusi untuk memperkuat kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di kalangan pelajar.
“Atas dasar itu, untuk mencapai kesuksesan adalah gabungan dari intellectual intelligence dan social intelligence. Kalau hanya mengandalkan kecerdasan intelektual saja, akan sulit menjadi pemimpin,” ujar Atip.
Ia menekankan bahwa pengalaman berorganisasi, termasuk di OSIS, menjadi faktor penting dalam membentuk karakter dan kepemimpinan pelajar.
Bahkan, menurutnya, pengalaman sebagai pengurus OSIS menjadi salah satu unsur penilaian dalam jalur prestasi nonakademik.
Lebih lanjut, Atip menyebut setiap peserta didik memiliki potensi kecerdasan yang berbeda.
Ia mengutip hasil penelitian Carnegie Institute yang menyatakan bahwa 70 persen kesuksesan ditentukan oleh kecerdasan sosial.
“Semua manusia tidak ada yang tidak pintar, hanya berbeda bentuk kecerdasannya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara intelektualitas, kepemimpinan, dan kecerdasan sosial sebagai “segitiga emas” dalam membentuk pemimpin masa depan.
Sementara itu, Ketua Umum Forum OSIS DKI Jakarta, Daryl Rainald, mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan inspirasi bagi pelajar.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong lahirnya generasi muda yang berani menyuarakan gagasan, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menunjukkan kepemimpinan yang berdampak,” kata dia.
Ia juga menekankan pentingnya isu kesehatan mental bagi remaja dalam menghadapi tekanan dan tantangan menuju kedewasaan.
Senada dengan itu, Kepala Bidang SMK DKI Jakarta, Erni Mawarni, menyatakan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi utama bagi seorang pemimpin.
“Kesehatan mental adalah fondasi utama. Tanpa mental yang sehat dan tangguh, prestasi tidak akan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengajak pengurus OSIS untuk menjadi pendengar yang baik bagi sesama siswa serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman secara emosional.
Rektor MNC University, Dendi Pratama, menambahkan bahwa OSIS memiliki peran strategis sebagai wadah pembelajaran kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama bagi pelajar.
“Di OSIS diajarkan bagaimana berkomunikasi, menjadi pemimpin, berkoordinasi, dan bekerja sama. Ini harus kita angkat kembali,” ujarnya.
Kegiatan bertema “Empowering Student Voices, Shaping Future Leaders” tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada pengurus OSIS yang dinilai aktif, inovatif, dan berdampak di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (*)