Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar Tuntas

Kemendikdasmen menuntaskan revitalisasi 349 satuan pendidikan di Sumatra Barat dengan anggaran Rp306 miliar, disertai distribusi ribuan perangkat digital dan perluasan bantuan pendidikan sejak usia dini.

Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar Tuntas
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti foto bersama perwakilan sekolah yang menerima program revitalisasi, Jumat (17/4/2026) di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • 349 sekolah di Sumatra Barat selesai direvitalisasi dengan anggaran Rp306 miliar.
  • Lebih dari 7.000 perangkat digital disalurkan untuk mendukung pembelajaran.
  • Program Indonesia Pintar diperluas hingga jenjang TK mulai 2026.

RIAUCERDAS.COM, LIMAPULUH KOTA - Upaya pemerataan akses pendidikan berkualitas di Sumatra Barat semakin diperkuat setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menuntaskan revitalisasi ratusan satuan pendidikan sepanjang 2025.

Program ini tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga penguatan kualitas layanan pendidikan di berbagai jenjang.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa sebanyak 349 satuan pendidikan telah direvitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp306 miliar.

Peresmian tersebut dilakukan bersamaan dengan Unit Sekolah Baru (USB) di TK Aisyah Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, program revitalisasi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul serta mewujudkan pendidikan bermutu yang merata.

Selain pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga mendorong transformasi pembelajaran berbasis digital.

Sepanjang 2025, sebanyak 7.047 perangkat Interactive Flat Panel (IFP) telah disalurkan ke berbagai jenjang pendidikan di Sumatra Barat.

"Kami ingin memastikan setiap satuan pendidikan di Sumatra Barat memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan layanan pendidikan yang baik. Dengan begitu, anak-anak dapat tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Sumatra Barat," ujar Abdul Mu'ti.

Ia juga menyoroti pentingnya implementasi program Wajib Belajar 13 Tahun, yang menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada sarana fisik, tetapi juga pembentukan karakter sejak usia dini.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah mulai 2026 memperluas Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang taman kanak-kanak.

Lebih dari 880 ribu anak akan menerima bantuan sebesar Rp450 ribu per tahun.

"Program tersebut sejalan dengan hasil kajian psikologi yang menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi yang menentukan keberhasilan jenjang pendidikan di atasnya. Dan juga menjadi langkah awal pembentuk karakter anak," jelasnya.

Apresiasi terhadap program ini disampaikan Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang.

Ia menilai revitalisasi menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

"Kami sangat berterima kasih bahwa program ini menjadi wujud nyata pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas di daerah kami. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sehingga proses pembelajaran di tempat kami dapat berlangsung dengan lebih optimal," ujarnya.

Ia berharap kehadiran sekolah baru dan hasil revitalisasi dapat menjadi momentum peningkatan kualitas pendidikan serta melahirkan generasi yang berdaya saing global.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Abdul Mu'ti juga meresmikan 33 sekolah yang tersebar di Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Lima Puluh Kota, mencakup berbagai jenjang mulai dari PAUD hingga SLB. (*)