FKUI Luncurkan Home Uroflowmetry Nirkabel, Pasien Kini Bisa Periksa Gangguan Berkemih dari Rumah
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia meluncurkan inovasi Home Uroflowmetry nirkabel dengan fitur pengurasan otomatis yang memungkinkan pasien melakukan pemeriksaan gangguan berkemih dari rumah. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan data yang lebih representatif sekaligus mendukung layanan kesehatan berbasis digital.
RINGKASAN BERITA:
- FKUI meluncurkan Home Uroflowmetry nirkabel yang memungkinkan pemeriksaan gangguan berkemih dilakukan dari rumah.
- Perangkat dilengkapi fitur pengurasan otomatis, penyimpanan data digital, dan integrasi telemedicine berbasis cloud.
- Inovasi ini telah memperoleh hak paten dan berpotensi dikembangkan dengan teknologi AI serta smart toilet ecosystem.
RIAUCERDAS.COM, DEPOK - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menghadirkan terobosan baru di bidang teknologi kesehatan melalui peluncuran Home Uroflowmetry nirkabel dengan kemampuan pengurasan otomatis.
Inovasi ini memungkinkan pasien menjalani pemeriksaan gangguan berkemih secara mandiri dari rumah dengan hasil yang dinilai lebih mendekati kondisi sehari-hari.
Pengembangan teknologi tersebut dipimpin oleh Guru Besar Departemen Urologi FKUI, Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, Sp.U (K), Ph.D., bersama tim peneliti yang melibatkan berbagai disiplin ilmu.
Kolaborasi penelitian juga melibatkan tenaga akademik dan medis dari FKUI, RS Universitas Indonesia (RSUI), RSCM, Fakultas Teknik UI, serta perusahaan alat kesehatan nasional PT Danatek Indera Indonesia.
Melalui kerja sama tersebut, inovasi tidak hanya difokuskan pada pengembangan riset, tetapi juga diarahkan untuk dapat diterapkan secara luas dalam layanan kesehatan.
Selama ini, pemeriksaan uroflowmetri umumnya dilakukan satu kali di fasilitas kesehatan.
Namun, hasil pemeriksaan sering kali dipengaruhi kondisi lingkungan rumah sakit maupun faktor psikologis pasien sehingga belum tentu menggambarkan pola berkemih yang sebenarnya.
Home Uroflowmetry dikembangkan untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan patient-centered care dan digital urology.
Dengan perangkat portabel yang terhubung ke smartphone dan sistem penyimpanan data digital, pasien dapat melakukan pemeriksaan berulang di lingkungan yang lebih nyaman.
Teknologi ini menawarkan sejumlah fitur yang membedakannya dari metode konvensional.
Selain menggunakan sistem nirkabel, perangkat juga dilengkapi fitur pengurasan otomatis yang mempermudah proses pembuangan limbah urine sekaligus menjaga kebersihan alat.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan pemantauan jangka panjang atau longitudinal.
Pemeriksaan dapat dilakukan beberapa kali dalam kurun waktu tertentu sehingga data yang diperoleh dinilai lebih representatif terhadap pola berkemih pasien sehari-hari.
Seluruh hasil pemeriksaan tersimpan secara digital dan dapat dikirimkan langsung kepada dokter melalui sistem berbasis cloud yang terintegrasi dengan layanan telemedicine.
“Dengan home uroflowmetry, kami ingin menghadirkan pemeriksaan yang dapat dilakukan dalam lingkungan alami pasien sehingga hasil yang diperoleh lebih representatif,” terang Prof. Harrina dikutip dari laman UI, Senin (1/6/2026).
Inovasi tersebut telah memperoleh hak paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI pada 24 Februari 2026.
Capaian ini menjadi langkah penting dalam proses hilirisasi teknologi kesehatan karya anak bangsa.
Ke depan, sistem Home Uroflowmetry berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pengembangan tersebut mencakup analisis pola berkemih secara otomatis, digital bladder diary, hingga integrasi ke dalam smart toilet ecosystem untuk mendukung layanan precision urology.
Peluncuran teknologi ini menegaskan komitmen UI dalam menghasilkan inovasi berbasis riset multidisiplin yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain memperkuat posisi UI dalam pengembangan teknologi kesehatan, inovasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan medis melalui pendekatan yang lebih modern, praktis, dan berbasis data. (*)