Sekolah Bangkit dari Bencana: Mendikdasmen Resmikan Puluhan Sekolah Aman di Aceh, Relokasi Rampung 2026
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan puluhan sekolah hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Aceh Tengah dan Aceh Utara. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah memulihkan layanan pendidikan pascabencana dan memastikan sekolah kembali aman, layak, serta berkelanjutan.
RINGKASAN BERITA:
-
Total 53 sekolah di Aceh Tengah–Bener Meriah dan 23 sekolah di Aceh Utara diresmikan.
-
SMPN 22 Takengon akan direlokasi dan dibangun sebagai Unit Sekolah Baru pada 2026.
-
Revitalisasi dibarengi penguatan teknologi pembelajaran dan akses internet
RIAUCERDAS.COM, ACEH TENGAH - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan sekolah hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dipusatkan di SD Negeri 12 Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, dan SMA Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.
Peresmian ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memulihkan layanan pendidikan pascabencana sekaligus memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman dan layak.
Di SD Negeri 12 Bintang, Abdul Mu’ti meresmikan secara simbolis 53 satuan pendidikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah.
Program tersebut dilaksanakan untuk memulihkan infrastruktur pendidikan pascabanjir bandang dan longsor di wilayah dataran tinggi Gayo.
“Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman. Karena itu, revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti di Aceh Tengah, Kamis (29/1/2026).
Dalam kunjungan kerjanya, Mendikdasmen meninjau langsung sejumlah sekolah terdampak bencana, termasuk satuan pendidikan yang masih melaksanakan pembelajaran di ruang darurat.
Pemerintah menegaskan akan merelokasi sekolah yang berada di zona rawan bencana serta mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan baru.
Terkait kondisi SMP Negeri 22 Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang mengalami kerusakan berat akibat longsor berulang, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa bangunan sekolah sudah tidak layak digunakan.
Pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merelokasi sekolah ke lokasi baru.
“Insyaallah, sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru pada tahun 2026,” ujarnya.
Sementara itu, SD Negeri 12 Bintang yang terdampak longsor di bagian belakang bangunan akan menerima bantuan tambahan berupa pembangunan ruang kelas baru dari Kemendikdasmen.
Sehari sebelumnya, Rabu (28/1/2026), Mendikdasmen juga meresmikan 23 satuan pendidikan yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.
Sekolah-sekolah tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi satuan pendidikan terdampak bencana yang dibangun sesuai standar keselamatan dan kebutuhan pembelajaran.
Hingga saat ini, dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025, sebanyak 36 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan 17 sekolah di Kabupaten Bener Meriah telah rampung 100 persen dibangun dan direhabilitasi, serta siap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
Selain penguatan infrastruktur fisik, Abdul Mu’ti juga mendorong modernisasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi.
Sekolah penerima Papan Interaktif Digital (PID) akan diperkuat dengan dukungan konektivitas internet, termasuk layanan internet berbasis satelit untuk menjangkau wilayah pegunungan dan daerah terpencil.
Pemerintah juga terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan pendukung seperti ruang guru dan rumah dinas guru guna menjaga keberlanjutan layanan pendidikan.
Dampak program revitalisasi dirasakan langsung oleh satuan pendidikan. Kepala SLB Negeri Silih Nara Angkup Takengon, Yusbida, dan Kepala SMAN 1 Timang Gajah Bener Meriah, Marhamah, mengakui kondisi sekolah mereka jauh lebih layak dan aman setelah direvitalisasi.
Keduanya menyebut proses pembelajaran kini berjalan lebih optimal dan nyaman bagi peserta didik. (*)