Ribuan Lulusan SMK Sudah Bekerja di Luar Negeri, Peluang Karier Global Kian Terbuka
Kemendikdasmen menegaskan lulusan SMK memiliki peluang besar untuk berkarier di luar negeri seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara. Hingga 2026, lebih dari 3.000 lulusan SMK telah diberangkatkan bekerja ke sejumlah negara tujuan.
RINGKASAN BERITA:
- Lebih dari 3.000 lulusan SMK telah diberangkatkan bekerja ke berbagai negara.
- Kemendikdasmen menyiapkan Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 untuk mendukung karier global siswa.
- Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan negara-negara Timur Tengah menjadi tujuan potensial bagi tenaga kerja terampil lulusan SMK.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Peluang kerja bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di pasar internasional terus terbuka lebar.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat lebih dari 3.000 lulusan SMK telah bekerja di berbagai negara.
Kondisi ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan dunia terhadap kualitas tenaga kerja vokasi Indonesia.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, dalam webinar bertajuk “SMK Berani Mendunia: Sekolah di Indonesia Berkarier di Dunia” yang digelar Jumat (29/5/2026).
Menurut Tatang, kebutuhan tenaga kerja terampil di sejumlah negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, hingga kawasan Timur Tengah terus meningkat.
Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia yang saat ini tengah memasuki masa bonus demografi.
Ia menilai pendidikan vokasi memiliki peran penting untuk menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat global.
“Pertanyaannya apakah kompetensinya siap mendunia. Di sinilah pendidikan vokasi memegang peran penting. Jangan minder jadi anak SMK karena dunia hari ini tidak hanya mencari orang pintar, tetapi juga orang terampil, disiplin, dan mau belajar. Masa depan bukan milik mereka yang paling banyak teori, tapi milik mereka yang siap beradaptasi dan berani melangkah ke luar batas,” tutur Tatang.
Ia menjelaskan, peta karier lulusan SMK kini tidak lagi terbatas pada industri dalam negeri, tetapi juga mencakup berbagai sektor industri global yang membutuhkan tenaga kerja kompeten.
Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Kemendikdasmen bahkan telah melepas lebih dari 3.000 lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri.
“Mereka adalah bukti nyata bahwa SMK mendunia bukan slogan semata. Jangan pernah membatasi cita-citamu. Kuasai teknologi, kuasai bahasa asing, jaga integritas serta kuatkan karaktermu karena walau kalian belajar di Indonesia di luar sana sedang menanti karya terbaik anak-anakku sekalian,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 yang diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 64 Tahun 2026.
Melalui program tersebut, siswa mendapatkan pembelajaran kompetensi inti selama tiga tahun dan tambahan satu tahun untuk memperkuat kemampuan bahasa asing, keterampilan sesuai standar negara tujuan, kesiapan fisik dan mental, serta literasi hukum dan keuangan.
“SMK menjadi strategi yang tepat digunakan untuk memastikan bonus demografi bisa dilakukan dengan baik. Kita memastikan bahwa mulai dari pembelajaran, pemberangkatan harus diimbangi dengan kemampuan keterampilan. Peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK sangat besar, tetapi harus dijawab dengan kesiapan bahasa, kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan,” tutur Arie.
Ia menambahkan, transformasi SMK menuju pasar kerja global dibangun melalui penguatan tata kelola sekolah, kurikulum, kemitraan dengan industri, serta layanan kesiswaan yang saling terintegrasi.
“Pekerjaan ini adalah hal besar tidak bisa dikerjakan sendiri. Ini harus dikerjakan oleh seluruh pihak. Kemendikdasmen fokus pada penyiapan, KP2MI dan Kemenaker fokus pada penempatan dan perlindungan resmi,” ujarnya.
Salah satu sekolah yang merasakan manfaat program tersebut adalah SMKN 1 Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kepala SMKN 1 Mundu, Sri Handayani, mengatakan program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 membantu siswa yang memiliki cita-cita berkarier di luar negeri.
Menurutnya, sekolah juga menggandeng alumni yang telah bekerja di luar negeri untuk berbagi pengalaman serta menghadirkan praktisi industri guna memperkenalkan budaya kerja global kepada siswa.
“Kuncinya itu komunikasi dan itu telah dilakukan oleh SMKN 1 Mundu sejak tahun 1965. Para alumni akan berbagi cerita ketika masa orientasi. Dari pihak sekolah pun berdialog dengan orang tua murid tentang peluang karier ke luar negeri. Pihak sekolah juga tidak hanya mengawal dari penyiapan, tetapi juga memastikan keamanannya ketika penempatan kerja di negara tujuan,” kata Sri Handayani.
Cerita sukses juga datang dari sejumlah alumni SMK yang kini berkarier di luar negeri, di antaranya Hadi Candra Maulana yang bekerja di Turki, serta Hafifa Indah dan Zahra Pratiwi yang bekerja di Jepang.
Mereka menilai pengalaman praktik kerja lapangan, pembelajaran berbasis industri, penguatan bahasa asing, hingga pembentukan budaya kerja selama di SMK menjadi bekal penting untuk beradaptasi di dunia kerja internasional.
“Dunia itu luas dan kita masih bisa mencapai titik-titik tersebut. Kalau batas dari karier tidak hanya di sini. Kita akan bertemu dengan banyak orang yang berkarier di luar negeri. Setiap negara punya budayanya masing-masing. Selain ilmu dan pengalaman, penghasilan yang didapatkan juga bisa memperbaiki kualitas hidup,” ujarnya. (*)