Inovasi AR untuk Siswa Tunarungu Antar Mahasiswa Unilak Raih Pendanaan PKM 2026

Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 melalui pengembangan teknologi augmented reality dan sistem berbasis cloud untuk mendukung literasi siswa tunarungu.

Inovasi AR untuk Siswa Tunarungu Antar Mahasiswa Unilak Raih Pendanaan PKM 2026
Habibi Ramadhan dan Ivan Jualiano Wowor yang memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 melalui pengembangan teknologi augmented reality dan sistem berbasis cloud untuk mendukung literasi siswa tunarungu. (Sumber: Unilak)

RINGKASAN BERITA: 

  • Dua mahasiswa Unilak meraih pendanaan PKM 2026 melalui inovasi teknologi untuk mendukung literasi siswa tunarungu.
  • Proyek menggabungkan augmented reality (AR) dan sistem pemantauan berbasis cloud dalam proses pembelajaran.
  • Inovasi dinilai menjadi contoh kolaborasi antara teknologi dan kepedulian sosial untuk pendidikan inklusif.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Gagasan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif mengantarkan dua mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Lancang Kuning (Unilak) meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbudristek 2026.

Keduanya mengembangkan inovasi yang ditujukan untuk membantu proses pembelajaran dan literasi siswa tunarungu.

Mahasiswa yang berhasil memperoleh pendanaan tersebut adalah Habibi Ramadhan dari Program Studi Sistem Informasi dan Ivan Jualiano Wowor dari Program Studi Bisnis Digital.

Melalui kolaborasi lintas program studi, mereka menghadirkan solusi berbasis teknologi yang menyasar kebutuhan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Tim yang dipimpin Habibi Ramadhan mengusung proposal berjudul “Akselerasi Literasi Kognitif Siswa Tunarungu Melalui Ekosistem Realitas Tertambah dan Sistem Pemantauan Awan Terintegrasi”.

Program tersebut mengombinasikan teknologi augmented reality (AR) dengan sistem pemantauan berbasis cloud guna mendukung peningkatan kemampuan literasi dan proses belajar siswa tunarungu.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Unilak, Yogi Yunefri, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa yang mampu menembus pendanaan PKM tahun 2026 melalui inovasi yang memiliki dampak sosial dan pendidikan.

“Kami mengapresiasi capaian mahasiswa Fasilkom Unilak yang berhasil lolos PKM 2026. Ini membuktikan kolaborasi antara teknologi dan kepedulian sosial mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yogi, keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Fasilkom Unilak dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi teknologi yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Ia berharap inovasi yang tengah dikembangkan mahasiswa dapat terus disempurnakan sehingga manfaatnya semakin luas, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus.

Selain memberikan dampak bagi dunia pendidikan, capaian tersebut juga diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif mengikuti berbagai program pendanaan penelitian dan pengembangan inovasi yang disediakan pemerintah.

Yogi turut memberikan apresiasi kepada dosen pembimbing yang telah mendampingi mahasiswa sejak tahap penyusunan hingga pengajuan proposal PKM.

Menurutnya, peran pembimbing menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong lahirnya karya inovatif yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Peluang pendanaan seperti ini harus dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan riset yang berkualitas,” katanya.

Keberhasilan tersebut menambah daftar capaian mahasiswa Unilak dalam bidang penelitian dan inovasi, sekaligus memperlihatkan potensi pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan solusi yang inklusif dan berdampak bagi dunia pendidikan. (*)