Pelantikan KTNA, Bupati Siak Pastikan Petani dan Nelayan Tak Berjalan Sendiri

Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan Pemkab Siak akan terus mendampingi petani dan nelayan dalam menyelesaikan persoalan lahan, permodalan, hingga pemasaran. Komitmen itu disampaikan saat pelantikan pengurus KTNA Kabupaten Siak periode 2026–2031 yang juga diwarnai penyerahan 70 unit alat dan mesin pertanian.

Pelantikan KTNA, Bupati Siak Pastikan Petani dan Nelayan Tak Berjalan Sendiri
Bupati Siak, Afni Zulkifli foto bersama usai pelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan atau KTNA Kabupaten Siak, Sabtu (11/7/2026). (Sumber: siakkab.go.id)

RINGKASAN BERITA:

  • Bupati Afni menegaskan Pemkab Siak akan terus mendampingi petani dan nelayan dalam mengatasi persoalan lahan, permodalan, dan pemasaran.
  • Sebanyak 70 unit alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian disalurkan kepada kelompok tani dan UPJA di Kabupaten Siak.
  • Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi pasar baru bagi produk pertanian dan perikanan lokal.

RIAUCERDAS.COM, SIAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menegaskan komitmennya memperkuat sektor pertanian melalui pendampingan kepada petani dan nelayan serta penyaluran puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Komitmen itu disampaikan Bupati Siak Afni Zulkifli saat melantik 60 pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Siak periode 2026–2031 di Balairung Datuk Empat Suku, Rumah Rakyat, Sabtu (11/7/2026).

Pelantikan dirangkaikan dengan sarasehan yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan guna membahas persoalan yang dihadapi sektor pertanian dan perikanan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Siak, unsur Forkopimda, DPRD Kabupaten Siak, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Gizi Nasional (BGN), BUMD, Baznas, pelaku usaha, para camat, serta jajaran Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kabupaten Siak.

Afni mengatakan forum dialog tersebut sengaja digelar agar pemerintah memperoleh masukan langsung dari petani dan nelayan sehingga kebijakan yang disusun sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Ketahanan pangan bukan hanya urusan petani, bukan hanya urusan pemerintah daerah. Karena itu saya mengundang semua pihak. KTNA adalah mitra strategis pemerintah. Kita harus banyak mendengar dan mendampingi karena masih banyak urusan petani dan nelayan yang harus kita selesaikan bersama," ujar Afni.

Menurutnya, Pemkab Siak juga akan menyusun kebijakan pembangunan pertanian berdasarkan data yang akurat.

Karena itu, BPS dilibatkan untuk menyajikan data sebagai dasar penyusunan program yang lebih terarah.

Meski kemampuan fiskal daerah terbatas, Afni menegaskan sektor pertanian tetap menjadi prioritas pembangunan karena memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Urusan petani dan nelayan itu urusan rakyat kita setiap hari yang harus kita jaga. Petani gak bisa jalan sendiri. KTNA Siak tidak berjalan sendiri, kami akan membersamai. Kalau petani kita kenapa-kenapa, seperempat Kabupaten Siak bisa terguncang ekonominya," terang bupati.

Dalam sesi dialog, petani menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari keterbatasan lahan, sulitnya memperoleh akses permodalan, hingga pemasaran hasil panen.

Menanggapi hal tersebut, Afni memastikan pemerintah daerah akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

Ia juga berharap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi peluang pasar bagi hasil pertanian dan perikanan lokal sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani dan nelayan.

Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Siak Dannyanto Keleka Bediona mengatakan seluruh masukan yang diperoleh dalam sarasehan akan menjadi dasar penyusunan program kerja organisasi selama lima tahun mendatang.

"Kami akan menjadikan seluruh masukan yang diterima hari ini sebagai dasar penyusunan program kerja KTNA. Kami juga akan memfasilitasi dialog secara berkala agar setiap persoalan petani di kecamatan dapat segera ditindaklanjuti bersama pemerintah dan pihak terkait," ujar Dannyanto.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Siak juga menyerahkan 70 unit bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA).

Bantuan tersebut terdiri atas ;

  1. 20 unit pompa air diesel portable 4 inci
  2. 5 unit pompa air diesel 4 inci
  3. 10 unit pompa air diesel 6 inci
  4. 5 unit traktor roda empat
  5. 17 unit traktor roda dua
  6. 4 unit combine harvester
  7. 3 unit rotavator
  8. 6 unit power thresher

Bantuan itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Siak. (*)