11 Daerah di Riau Siaga Darurat Karhutla, Kuansing Jadi Satu-satunya Wilayah yang Belum Tetapkan Status

Sebanyak 11 kabupaten dan kota di Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul masuknya musim kemarau. Sementara itu, Kabupaten Kuantan Singingi masih menjadi satu-satunya daerah yang belum menetapkan status tersebut di tengah berlangsungnya operasi pemadaman di sejumlah wilayah.

11 Daerah di Riau Siaga Darurat Karhutla, Kuansing Jadi Satu-satunya Wilayah yang Belum Tetapkan Status
Regu Manggala Agni memadamkan lahan terbakar beberapa waktu lalu. Sebanyak 11 daerah di Riau sudah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla. (Sumber: Dok. Manggala Agni)

RINGKASAN BERITA: 

  • Kuansing menjadi satu-satunya daerah di Riau yang belum menetapkan status siaga darurat karhutla.
  • Status siaga darurat dinilai penting untuk mempercepat koordinasi dan penyaluran bantuan penanganan kebakaran.
  • Kebakaran di Rantau Bais, Rokan Hilir, telah berdampak pada sekitar 44 hektare lahan dan masih dalam proses pemadaman.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau bersama 11 pemerintah kabupaten dan kota telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang mulai berlangsung di wilayah tersebut.

Dari seluruh daerah di Riau, hanya Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang hingga kini belum menetapkan status serupa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan penetapan status siaga darurat menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.

“Saat ini pemerintah Provinsi dan 11 pemerintah kabupaten/kota di Riau sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Hanya tinggal satu daerah saja yang belum menetapkan yakni Kuansing,” kata Jim Gafur, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, status siaga darurat akan mempercepat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, proses pengiriman bantuan dan dukungan sumber daya juga dapat dilakukan lebih cepat ketika status telah ditetapkan.

“Jika sudah menetapkan status, koordinasi dan pengiriman bantuan akan lebih mudah. Sehingga penanganan Karhutla juga akan lebih cepat, kami harapkan Kuansing juga segera menetapkan status,” kata dia.

Di tengah penguatan kesiapsiagaan tersebut, upaya pemadaman karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera saat ini fokus menangani kebakaran di Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, Sokoi, Kabupaten Pelalawan, serta Kandis, Kabupaten Siak.

Sementara itu, kebakaran yang terjadi di Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, telah berhasil dipadamkan setelah melalui penanganan intensif selama lima hari.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan petugas di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari angin kencang, vegetasi yang kering, hingga karakteristik lahan gambut yang memperumit proses pemadaman.

“Tim Manggala Agni terus bekerja maksimal di seluruh lokasi kebakaran. Meskipun menghadapi kondisi cuaca yang cukup menantang dan medan yang tidak mudah, personel tetap fokus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan,” kata Ferdian.

Kondisi paling menantang terjadi di Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir.

Tim Manggala Agni Daops V/Dumai yang bertugas di lokasi harus menghadapi hembusan angin kencang yang menyebabkan asap menjadi lebih tebal sekaligus mempercepat penyebaran api.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 44 hektare.

Untuk memperkuat operasi pemadaman, jumlah personel di lokasi direncanakan akan ditambah mengingat luas area kebakaran dan ketersediaan sumber air yang masih memadai untuk mendukung operasi.

Pemerintah berharap seluruh daerah di Riau dapat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau guna meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan maupun masyarakat. (*)