Indeks Demokrasi Riau 2025 Naik Jadi 78,79 Poin

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Riau pada 2025 tercatat naik menjadi 78,79 poin. Kenaikan 5,15 poin dalam tiga tahun terakhir dinilai mencerminkan membaiknya kualitas demokrasi, partisipasi publik, dan kapasitas kelembagaan di daerah.

Indeks Demokrasi Riau 2025 Naik Jadi 78,79 Poin
Kepala Badan Kesbangpol Riau, Boby Rachmat. (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA: 

  • IDI Riau 2025 naik menjadi 78,79 poin atau meningkat 5,15 poin dalam tiga tahun.
  • Aspek kebebasan mencatat nilai tertinggi, yakni 83,30 poin.
  • Kesbangpol optimistis Riau bisa menembus kategori tinggi di masa mendatang.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Kualitas demokrasi di Provinsi Riau menunjukkan tren membaik dalam tiga tahun terakhir.

Hal itu tercermin dari capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2025 yang mencapai 78,79 poin atau naik 5,15 poin dibandingkan tahun 2022 yang berada di angka 73,64 poin.

Peningkatan tersebut dinilai menjadi indikator menguatnya praktik demokrasi di Bumi Lancang Kuning, baik dalam kehidupan bernegara maupun bermasyarakat.

Meningkatnya partisipasi publik serta kualitas kelembagaan disebut turut mendorong kenaikan indeks tersebut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rachmat, mengatakan capaian IDI Riau yang terus meningkat dari tahun ke tahun menjadi sinyal positif dari sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas politik dan memperkuat nilai demokrasi.

"Alhamdulillah, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Riau terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan sumber BPS, IDI Riau tahun 2025 mencapai 78,79 poin. Jika kita melihat pada tahun 2022, IDI Riau berada di angka 73,64 poin," ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Menurut Boby, peningkatan tersebut menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Ia menegaskan capaian itu bukan sekadar angka statistik, melainkan gambaran konkret dari kualitas demokrasi yang semakin baik.

"Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun, kita berhasil mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 5,15 poin. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa upaya Riau dalam memperbaiki kualitas bernegara dan bermasyarakat membuahkan hasil yang konkret," terang Boby.

Meski mengalami kenaikan, Boby menyebut capaian IDI Riau masih berada pada kategori sedang.

Namun, sejumlah aspek telah menunjukkan performa yang cukup tinggi.

"Capaian kinerja demokrasi itu masih dalam kategori sedang dengan Aspek Kebebasan 83,30 poin, Kesetaraan 76,49 poin dan Kapasitas Lembaga Demokrasi 77,11 poin," tambahnya.

Ia menjelaskan, IDI merupakan instrumen penting untuk mengukur kondisi demokrasi di tingkat provinsi secara objektif dan berbasis data empiris.

Penilaian indeks ini tidak hanya mengacu pada hasil pemilu, tetapi juga melihat praktik demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.

“IDI disusun untuk mengkuantifikasikan perkembangan demokrasi pada tingkat provinsi di Indonesia. IDI adalah suatu indikator yang merupakan alat ukur obyektif dan empirik terhadap kondisi demokrasi politik provinsi di Indonesia," terangnya.

Boby menuturkan, keberhasilan peningkatan IDI Riau tidak terlepas dari kontribusi seluruh elemen masyarakat yang ikut menjaga iklim demokrasi di daerah.

Dengan tren yang terus positif, Riau diharapkan mampu menembus kategori tinggi pada masa mendatang.

"Keberhasilan peningkatan di Riau tentu tidak terlepas dari peran seluruh pihak dan sinergitas yang solid setiap unsur elemen masyarakat. Harapannya, semoga kedepan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Riau dapat semakin meningkat," tutupnya. (*)