Peserta OSN-K 2026 Tembus 716 Ribu Murid, Minat Sains Siswa Meningkat Tajam

Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) 2026 mencatat lonjakan peserta yang signifikan. Lebih dari 716 ribu murid SD dan SMP dari seluruh Indonesia serta Sekolah Indonesia Luar Negeri mengikuti ajang ini, menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap sains, riset, dan inovasi.

Peserta OSN-K 2026 Tembus 716 Ribu Murid, Minat Sains Siswa Meningkat Tajam
Siswa SD mengikuti Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) 2026. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA: 

  • Jumlah peserta OSN-K 2026 menembus lebih dari 716 ribu murid dari seluruh Indonesia dan Sekolah Indonesia Luar Negeri.
  • Peserta jenjang SD meningkat 21 persen, sedangkan SMP naik 15 persen dibanding tahun sebelumnya.
  • Seleksi dilaksanakan dengan sistem pengawasan berlapis untuk menjamin proses yang transparan, objektif, dan berintegritas.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Minat peserta didik Indonesia terhadap bidang sains terus menunjukkan tren positif.

Hal itu tercermin dari pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) 2026 yang berhasil menghimpun lebih dari 716 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).

Ajang yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional tersebut menjadi tahap awal pencarian talenta unggul di bidang sains, riset, dan inovasi sekaligus sarana pembentukan karakter peserta didik.

Data penyelenggara menunjukkan jumlah peserta jenjang SD/MI/sederajat mencapai 418.918 murid yang berasal dari 38 provinsi dan enam SILN di berbagai negara.

Angka tersebut meningkat sekitar 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, peserta dari jenjang SMP/MTs/sederajat tercatat sebanyak 297.955 murid atau naik 15 persen dibandingkan pelaksanaan OSN tahun 2025.

Secara keseluruhan, jumlah peserta OSN-K tahun ini menembus lebih dari 716 ribu murid.

Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyebut peningkatan partisipasi tersebut menjadi indikator semakin tingginya antusiasme peserta didik terhadap pembelajaran sains.

“Peningkatan partisipasi ini menunjukkan semakin tumbuhnya semangat belajar dan kecintaan murid terhadap sains. Kami berharap OSN-K menjadi sarana untuk mengembangkan potensi terbaik peserta didik sekaligus membangun karakter yang jujur, disiplin, dan tangguh,” kata dia.

Selain menjadi ajang kompetisi akademik, OSN-K juga diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta, seperti integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat berkompetisi secara sehat sejak usia dini.

Untuk menjaga kualitas pelaksanaan, Kemendikdasmen menerapkan sistem pengawasan berlapis selama seleksi berlangsung.

Mekanisme tersebut melibatkan pengawas silang, pemantauan oleh panitia pusat dan daerah, siaran langsung, hingga dokumentasi kegiatan dari berbagai wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan akuntabel sehingga memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta.

Pelaksanaan OSN-K juga mendapat respons positif dari berbagai daerah. Sejumlah peserta mengaku bangga dapat mengikuti kompetisi tersebut karena tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga melatih kejujuran dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan.

Selanjutnya, hasil OSN-K 2026 akan digunakan sebagai dasar penetapan peserta yang berhak melaju ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P).

Melalui penyelenggaraan yang inklusif dan berintegritas, Kemendikdasmen berharap OSN terus menjadi wadah lahirnya generasi muda unggul yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi di masa depan. (*)