Mahasiswa Kukerta Unri Kenalkan Ecoprint Totebag kepada Siswa SD di Inhil
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau menggelar sosialisasi dan praktik pembuatan ecoprint totebag di SD Negeri 026 Seberang Tembilahan, Indragiri Hilir. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kreativitas siswa sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan alami.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa Kukerta Universitas Riau mengajarkan teknik ecoprint totebag kepada siswa SD menggunakan daun sebagai bahan alami.
- Kegiatan memadukan pembelajaran seni, kreativitas, dan edukasi lingkungan melalui praktik langsung.
- Seluruh siswa berhasil membuat totebag ecoprint dengan motif beragam serta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan.
RIAUCERDAS.COM, INDRAGIRI HILIR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Tahun 2026 menghadirkan pembelajaran berbasis praktik bagi siswa SD Negeri 026 Seberang Tembilahan melalui pelatihan pembuatan ecoprint totebag.
Kegiatan yang mengangkat tema Kreasi Daun Ceria ini menjadi upaya mengenalkan pemanfaatan bahan alami sekaligus membangun kreativitas dan kepedulian lingkungan sejak usia dini.
Program tersebut dilaksanakan pada Senin (13/7/2026) di kelas VI SD Negeri 026 Seberang Tembilahan, Kelurahan Seberang Tembilahan Barat, Kabupaten Indragiri Hilir.
Kegiatan diikuti siswa kelas VI dengan pendampingan Wali Kelas VI, Nova Hidayati, S.Pd.Gr.
Melalui kegiatan itu, mahasiswa KUKERTA memperkenalkan teknik ecoprint, yakni seni mencetak motif alami menggunakan daun pada media kain.
Selain mengasah kemampuan berkarya, siswa juga diajak memahami pentingnya memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.
Ketua Kelompok Kukerta Universitas Riau Kelurahan Seberang Tembilahan Barat, Risky Ramadhan, mengatakan program tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan lingkungan.
Sementara itu, mahasiswa Kukerta yang menjadi narasumber menjelaskan bahwa ecoprint merupakan inovasi yang dapat dikenalkan sejak dini karena mampu melatih kreativitas, ketelitian, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak melihat bahwa daun yang selama ini dianggap sebagai benda biasa dapat diolah menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika dan manfaat.
Pada sesi penyampaian materi, mahasiswa Kukerta Dea Fitriani dan Vani Julita Dewi menjelaskan pengertian ecoprint, manfaatnya, serta berbagai alat dan bahan yang digunakan.
Perlengkapan yang diperkenalkan meliputi totebag berbahan kanvas, aneka daun segar, plastik pelapis, palu kayu, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara memilih daun yang memiliki bentuk dan pigmen warna yang baik agar menghasilkan motif yang menarik pada kain.
Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membuat ecoprint pada totebag.
Mahasiswa membimbing siswa mulai dari menyusun daun di atas kain, menutupnya menggunakan plastik pelapis, hingga memukul daun secara perlahan dengan palu kayu agar bentuk dan pigmennya tercetak dengan baik.
Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan antusias dan berhasil menghasilkan totebag ecoprint dengan motif yang beragam.
Wali Kelas VI SD Negeri 026 Seberang Tembilahan, Nova Hidayati, S.Pd.Gr., mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa Kukerta Unri.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang menarik karena memadukan unsur seni, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu proses pembelajaran.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mengikuti praktik dengan penuh rasa ingin tahu.
Suasana pembelajaran yang interaktif membantu mereka memahami bahwa bahan-bahan alami di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi karya kreatif yang bernilai.
Melalui program Kreasi Daun Ceria (Ecoprint Totebag), mahasiswa Kukerta Unri berharap kegiatan serupa dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan untuk menumbuhkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat berkarya pada siswa sejak dini.
Program ini juga diharapkan memberi kontribusi positif bagi dunia pendidikan melalui pembelajaran berbasis praktik dan pemanfaatan potensi alam secara berkelanjutan. (rls)