UIN Suska Gandeng Unri dan Tiga RS untuk Pendidikan Dokter
UIN Suska Riau memperluas jejaring pendidikan kedokteran melalui kerja sama dengan Universitas Riau dan tiga rumah sakit, mendorong penguatan SDM medis serta layanan kesehatan di daerah.
RINGKASAN BERITA:
- UIN Suska memperluas kolaborasi dengan kampus dan rumah sakit untuk memperkuat pendidikan kedokteran di Riau.
- RSUD Arifin Achmad membuka lima program dokter spesialis baru dengan minat pendaftar tinggi.
- RSD Madani disiapkan menjadi lokasi praktik mahasiswa kedokteran mulai tahap akhir pada 2027.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Upaya memperkuat ekosistem pendidikan dokter di Riau kian nyata setelah UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau menjalin kemitraan strategis dengan perguruan tinggi dan sejumlah rumah sakit.
Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan tenaga medis yang kompeten sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut melibatkan Universitas Riau, RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Rumah Sakit Pendidikan Universitas Riau (Unri), serta Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru.
Kegiatan berlangsung di Auditorium Lantai 5 Gedung Rektorat UIN Suska Riau, Kamis (23/4/2026), dan dihadiri pimpinan masing-masing institusi.
Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia, penguatan riset, serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan diharapkan mampu menciptakan hubungan berkelanjutan, terutama dalam pendidikan kedokteran, praktik klinis, dan penelitian berbasis kebutuhan masyarakat.
Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Sri Indarti, menekankan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kebutuhan di tengah dinamika saat ini.
Menurutnya, tidak ada institusi yang mampu berkembang secara optimal tanpa dukungan pihak lain, dan kemitraan ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Riau serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Di sisi lain, UIN Suska Riau terus memperkuat konsep pendidikan kedokteran yang mengintegrasikan nilai keislaman.
Salah satu implementasinya adalah penerapan sistem Ma’had bagi mahasiswa tahun pertama, yang dirancang untuk membentuk calon dokter dengan kemampuan akademik, etika, dan spiritual yang seimbang.
Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, juga telah menginisiasi kerja sama dengan berbagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit penyangga guna mendukung proses pembelajaran mahasiswa.
Dukungan pemerintah daerah turut memperkuat langkah tersebut, termasuk penetapan RSD Madani sebagai rumah sakit pendidikan.
Sementara itu, RSUD Arifin Achmad bersama Fakultas Kedokteran membuka lima Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru, yakni Ilmu Kesehatan Anak, Penyakit Dalam, Urologi, Neurologi, dan Ilmu Kesehatan Kulit.
Tingginya minat pendaftar menunjukkan kebutuhan besar akan dokter spesialis di Riau.
Direktur RSUD Arifin Achmad menyatakan bahwa peran sebagai rumah sakit pendidikan dijalankan dengan menjaga keseimbangan antara pelayanan medis dan proses pembelajaran.
Kehadiran peserta didik dinilai turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan, dengan tetap mengacu pada standar akreditasi yang ketat.
RSD Madani Pekanbaru juga melakukan pembenahan untuk menjadi pusat pendidikan yang lebih komprehensif.
Rumah sakit ini menjalin kemitraan dengan UIN Suska Riau dan Universitas Riau, sekaligus menyiapkan struktur khusus yang menangani bidang pendidikan dan penelitian.
Ke depan, RS Madani direncanakan menjadi lokasi praktik mahasiswa kedokteran, termasuk untuk tahap akhir pada 2027.
Selain itu, penguatan pendampingan pendidikan bagi program PPDS juga menjadi bagian dari rencana pengembangan.
Melalui berbagai langkah ini, sinergi antara perguruan tinggi dan institusi kesehatan di Riau diharapkan mampu melahirkan tenaga medis yang profesional serta meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat. (*)


