Kolaborasi Darat dan Udara Percepat Pengendalian Karhutla di Bengkalis dan Rohil

Sinergi tim pemadam darat dan dukungan helikopter water bombing berhasil mempercepat pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Bengkalis dan Rokan Hilir. Proses pendinginan masih terus dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru di lahan gambut.

Kolaborasi Darat dan Udara Percepat Pengendalian Karhutla di Bengkalis dan Rohil
Personel Manggala Agni Riau tengah berjibaku memadamkan api pada lahan yang terbakar. (Sumber: Manggala Agni via Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA: 

  • Sinergi tim darat, alat berat, dan helikopter water bombing berhasil mempercepat pengendalian karhutla di tiga lokasi utama di Riau.
  • Regdam PT SRL dan Manggala Agni hampir menuntaskan sekat bakar yang mengelilingi area kebakaran di Tanjung Kapal.
  • Meski api mulai terkendali, petugas masih fokus melakukan pendinginan untuk mencegah kebakaran kembali muncul dari bara di lahan gambut.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Upaya gabungan yang mengandalkan kekuatan tim darat, alat berat, dan helikopter water bombing mulai membuahkan hasil dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Riau.

Hingga Sabtu (6/6/2026) malam, ruang gerak api di Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, serta dua lokasi di Kabupaten Rokan Hilir dilaporkan semakin terkendali.

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera mencatat perkembangan positif pada tiga titik penanganan utama, yakni Tanjung Kapal di Bengkalis, Rantau Bais, dan Kepenghuluan Sungai Besar di Kabupaten Rokan Hilir.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kemajuan tersebut tidak lepas dari penguatan personel di lapangan dan optimalisasi sarana pemadaman yang ditempatkan di area terdepan kebakaran.

"Tiga lokasi yang ditangani yaitu Tanjung Kapal Rupat, Rantau Bais dan Sungai Besar Rohil menunjukkan progres yang sangat signifikan," ujar Ferdian pada Minggu (7/6/2026).

Perkembangan paling menonjol terjadi di Tanjung Kapal. Untuk mempercepat pengendalian api, sejumlah personel tambahan dari Daops Manggala Agni berbagai daerah diterjunkan ke lokasi.

Bantuan tersebut datang dari Daops Manggala Agni Siak, Jambi, hingga Muara Tebo guna memperkuat tim yang telah lebih dahulu melakukan pemadaman di kawasan lahan gambut.

Di lapangan, personel Manggala Agni bekerja bersama Regu Pemadam (Regdam) PT Sumatra Riang Lestari (SRL) yang bergerak dari area konsesi perusahaan menuju titik kebakaran.

Kolaborasi kedua tim difokuskan pada pembuatan sekat bakar dari berbagai sisi untuk menghentikan laju api.

"Regdam PT SRL maju ke arah yang dikerjakan Manggala Agni dan sudah hampir temu gelang tersekat di semua sisi," kata Ferdian.

Operasi pemadaman juga diperkuat dengan penggunaan alat berat milik perusahaan yang digunakan untuk membuka jalur sekat bakar serta membuat embung baru sebagai sumber pasokan air.

Di saat yang sama, helikopter water bombing BNPB difokuskan melakukan penyiraman pada bagian terdepan kebakaran yang sulit dijangkau petugas darat.

Keberhasilan pengendalian api juga dilaporkan dari wilayah Rokan Hilir.

Di Kepenghuluan Sungai Besar, tim Manggala Agni Dumai dan Pekanbaru bekerja bersama unsur satuan tugas lainnya untuk mempercepat proses pemadaman.

Sementara itu, penanganan karhutla di Rantau Bais turut mendapat dukungan satu unit helikopter water bombing BNPB yang membantu operasi darat dalam menjangkau area-area yang sulit ditembus.

Meski kondisi di ketiga lokasi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, seluruh personel gabungan masih disiagakan di lapangan.

Fokus penanganan saat ini diarahkan pada proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa di bawah permukaan lahan gambut.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kembali titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan, sehingga pengendalian karhutla dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. (*)