Peringati Hari Anak Nasional, Mahasiswa Kukerta Unri Hadirkan Story Telling dan Lomba Mewarnai
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau memperingati Hari Anak Nasional dengan menggelar kegiatan edukatif di TK Melati, Desa Muara Mahat Baru. Melalui story telling dan mewarnai, anak-anak diajak mengembangkan kreativitas sekaligus menanamkan nilai empati dan kepedulian sejak dini.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa Kukerta Unri memperingati Hari Anak Nasional melalui kegiatan edukatif di TK Melati Desa Muara Mahat Baru.
- Anak-anak diajak belajar nilai empati lewat story telling buku Semoga Banjir Segera Berhenti dan mengasah kreativitas melalui mewarnai.
- Kegiatan dirancang untuk mendukung pemenuhan hak anak sekaligus membentuk karakter positif sejak usia dini.
RIAUCERDAS.COM, KAMPAR -Â Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional untuk menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak TK Melati di Desa Muara Mahat Baru.
Beragam kegiatan edukatif digelar sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak melalui penguatan karakter dan kreativitas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengingatkan pentingnya pemenuhan hak-hak anak, mulai dari hak memperoleh pendidikan, bermain, mendapatkan perlindungan, berpartisipasi, hingga tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.
Rangkaian acara diawali dengan sesi story telling yang dibawakan Khairina Rahayu. Dalam kesempatan itu, ia membacakan buku "Semoga Banjir Segera Berhenti" karya Tias Tatanka.
Melalui cerita tersebut, anak-anak diajak memahami nilai kepedulian, empati, dan semangat berbagi kepada sesama, terutama bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah seperti korban banjir.
Usai mendengarkan dongeng, peserta mengikuti kegiatan mewarnai gambar yang telah disiapkan panitia. Aktivitas tersebut bertujuan mengasah kreativitas, imajinasi, serta kemampuan motorik halus anak.
Suasana belajar berlangsung meriah dengan antusiasme peserta yang bebas menuangkan warna sesuai imajinasi masing-masing.
Penanggung jawab kegiatan, Chalisa Jelila Ediandra, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional diharapkan menjadi lebih dari sekadar seremoni.
"Peringatan Hari Anak Nasional diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menjadi jembatan bagi anak-anak dalam memperoleh hak-haknya. Kegiatan yang memadukan edukasi, permainan, dan pengembangan kreativitas dapat memberikan ruang bagi anak untuk belajar, berekspresi, serta mengembangkan potensi yang dimiliki dalam lingkungan yang aman dan menyenangkan," ujarnya.
Mahasiswa Kukerta Unri berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya memenuhi hak-hak anak sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.
Dengan demikian, anak-anak diharapkan berkembang menjadi generasi yang kreatif, berempati, dan memiliki karakter positif sejak usia dini. (rls)