Indonesia Borong 4 Medali di International Economics Olympiad 2026
Delegasi Indonesia mencatat prestasi membanggakan pada International Economics Olympiad (IEO) 2026 di Shenzhen, Tiongkok. Tim nasional membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, satu medali perunggu, serta penghargaan Best in Finance.
RINGKASAN BERITA:
- Indonesia meraih satu emas, dua perak, satu perunggu, serta penghargaan Best in Finance pada IEO 2026 di Tiongkok.
- Wafiq Al Afraz dari SMA Negeri 10 Padang menjadi peraih medali emas sekaligus penghargaan Best in Finance.
- Kompetisi IEO 2026 diikuti sekitar 280 pelajar dari 56 negara, menguji kemampuan ekonomi, keuangan, dan studi kasus bisnis.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Prestasi pelajar Indonesia di ajang internasional kembali bertambah.
Delegasi Indonesia sukses membawa pulang empat medali dan satu penghargaan khusus pada International Economics Olympiad (IEO) 2026 yang digelar di Shenzhen, Tiongkok, pada 12–20 Juli 2026.
Selain meraih satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu, Indonesia juga memperoleh penghargaan Best in Finance, memperkuat capaian nasional pada kompetisi ekonomi tingkat dunia.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, mengapresiasi keberhasilan para peserta beserta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan.
"Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para peserta sekaligus buah dari kolaborasi antara pembina, sekolah, orang tua, dan seluruh pihak yang mendukung proses pembinaan. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi talenta muda Indonesia untuk terus berprestasi di tingkat dunia," kata Irene.
Medali emas sekaligus penghargaan Best in Finance diraih Wafiq Al Afraz dari SMA Negeri 10 Padang, Sumatra Barat.
Sementara dua medali perak dipersembahkan Muhammad Rafi Qsan Baskoro dari SMA Kharisma Bangsa, Banten, serta Joshua Willson dari SMAK Penabur Gading Serpong, Banten.
Adapun medali perunggu diraih Muhammad Afif Abyan Hasya dari SMA Plus Negeri 17 Palembang, Sumatra Selatan.
Setibanya di Tanah Air pada Senin (20/7/2026), Wafiq mengaku bersyukur dapat mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.
Ia menyebut keberhasilannya merupakan hasil belajar secara konsisten sejak duduk di kelas X serta pengalaman mengikuti pemusatan latihan nasional pada tahun sebelumnya.
"Saya bersyukur bisa meraih medali emas sekaligus Best in Finance. Kuncinya adalah belajar secara konsisten setiap hari dan terus memperbaiki diri. Tahun lalu saya belum berhasil menjadi delegasi, tetapi pengalaman itu justru memotivasi saya untuk berlatih lebih giat," ujar Wafiq.
Team Leader IEO Indonesia, Dwi Wulandari, mengatakan keberhasilan delegasi merupakan hasil pembinaan yang dimulai sejak proses seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025.
Menurutnya, selain penguasaan materi ekonomi, peserta juga dituntut memiliki kemampuan matematika, bahasa Inggris, serta kesiapan mental untuk bersaing di tingkat internasional.
"Anak-anak Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan pelatihan yang intensif dari Puspresnas, saya optimistis prestasi Indonesia pada kompetisi ekonomi tingkat internasional dapat terus meningkat," kata Dwi.
International Economics Olympiad merupakan kompetisi internasional bagi pelajar sekolah menengah yang menguji kemampuan di bidang ekonomi, keuangan, serta penyelesaian studi kasus bisnis.
Pada penyelenggaraan tahun ini, ajang tersebut diikuti sekitar 280 peserta dari 56 negara.
Keberhasilan Indonesia di IEO 2026 menambah daftar prestasi pelajar Indonesia pada berbagai olimpiade internasional tahun ini.
Kemendikdasmen melalui Puspresnas menyatakan akan terus memperkuat pembinaan talenta nasional agar semakin banyak generasi muda Indonesia mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia. (*)