Ibu Rumah Tangga di Kampar Dilatih Mahasiswa Kukerta Unri Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun Ramah Lingkungan
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau menggelar pelatihan pembuatan sabun ramah lingkungan berbahan minyak jelantah bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Kegiatan ini bertujuan mengurangi limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi melalui produk bernilai guna.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa Kukerta Universitas Riau melatih ibu-ibu rumah tangga mengolah minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan.
- Pelatihan bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha berbasis limbah rumah tangga.
- Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan langsung proses pembuatan sabun hingga siap digunakan.
RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau menggelar Pelatihan Pembuatan Sabun Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah pada Selasa (21/7/2026) bersama ibu-ibu rumah tangga Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Alfiani Mawaddah dan Putri Tri Wijayanti selaku penanggung jawab program kerja ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yang bernilai guna sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah rumah tangga.
Pelatihan yang digelar pada Selasa (21/7/2026) itu mengangkat persoalan masih banyaknya minyak jelantah yang dibuang begitu saja setelah digunakan untuk menggoreng.
Padahal, limbah tersebut dapat mencemari tanah maupun saluran air jika tidak dikelola dengan benar.
Penanggung jawab kegiatan, Alfiani Mawaddah, mengatakan pelatihan ini dirancang sebagai solusi sederhana untuk mengurangi limbah rumah tangga sekaligus memberikan keterampilan baru kepada masyarakat.
"Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan baru kepada ibu-ibu rumah tangga mengenai pemanfaatan minyak jelantah. Selain membantu mengurangi limbah rumah tangga, keterampilan ini juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari bahkan berpotensi menjadi peluang usaha apabila dikembangkan lebih lanjut," terang Alfiani.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kukerta terlebih dahulu memberikan edukasi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan serta manfaat mengolahnya menjadi sabun cuci.
Setelah sesi penyampaian materi, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan sabun mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga proses pencetakan.
Seluruh tahapan dijelaskan secara rinci agar dapat dipraktikkan kembali secara mandiri di rumah.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Ibu-ibu rumah tangga aktif mengajukan pertanyaan mengenai komposisi bahan, teknik pembuatan, hingga cara penyimpanan sabun agar menghasilkan kualitas yang baik.
Mereka juga mendapat kesempatan mempraktikkan langsung proses pembuatannya dengan pendampingan mahasiswa.
Salah seorang peserta, Santi, mengaku memperoleh pengetahuan baru yang bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Selama ini minyak jelantah biasanya langsung saya buang. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi tahu kalau minyak bekas ternyata bisa diolah menjadi sabun yang bermanfaat. Pelatihannya mudah dipahami dan semoga ilmu ini bisa saya praktikkan di rumah serta dibagikan kepada ibu-ibu yang lain," ungkap Santi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Kukerta Unri berharap masyarakat Desa Karya Indah dapat memanfaatkan minyak jelantah menjadi sabun sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan, menghemat pengeluaran rumah tangga, sekaligus menciptakan peluang usaha rumahan yang bernilai ekonomis.
Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Kukerta Unri dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, inovasi, serta pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna. (rls)