13 UMKM Desa Rumbio Kini Terdaftar di Google Maps, Mahasiswa Kukerta Unri Petakan Legalitas Usaha

Mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus Universitas Riau mendata legalitas pelaku UMKM di Desa Rumbio, Kabupaten Kampar, sekaligus mendaftarkan 13 lokasi usaha ke Google Maps. Program ini menjadi langkah awal untuk memperkuat legalitas dan memperluas akses pemasaran produk lokal.

13 UMKM Desa Rumbio Kini Terdaftar di Google Maps, Mahasiswa Kukerta Unri Petakan Legalitas Usaha
Sebanyak 13 UMKM Desa Rumbio berhasil didaftarkan mahasiswa Kukerta Universitas Riau ke Google Maps untuk meningkatkan visibilitas usaha. (Sumber: Kelompok Kukerta Unri Desa Rumbio)

RINGKASAN BERITA:

  • Sebanyak 13 UMKM Desa Rumbio berhasil didaftarkan ke Google Maps untuk meningkatkan visibilitas usaha.
  • Mahasiswa Kukerta Unri mendata empat aspek penting, yakni NIB, sertifikasi halal, NPWP, dan keberadaan lokasi usaha di Google Maps.
  • Program ini diharapkan mendorong pelaku UMKM melengkapi legalitas usaha sekaligus memperluas pemasaran produk lokal melalui platform digital.

RIAUCERDAS.COM, KAMPAR -  Sebanyak 13 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Rumbio, Kecamatan Kampar, kini memiliki titik lokasi usaha di Google Maps setelah didampingi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Khusus Universitas Riau (Unri).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM melalui pemetaan legalitas usaha dan peningkatan visibilitas digital.

Program tersebut dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) lalu dalam rangka Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Unri di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bunga Chintia Utami, S.IP., M.E.

Survei dilakukan dengan mengunjungi pelaku UMKM secara langsung untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi usaha mereka.

Pendataan dilakukan melalui wawancara yang berfokus pada kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), serta keberadaan lokasi usaha di Google Maps.

Kepala Dusun I Desa Rumbio, Hardiansyah, mengatakan wilayahnya memiliki potensi UMKM yang cukup besar, terutama pada sektor pengolahan pangan berbahan dasar ubi.

"Sebagian besar pelaku UMKM di Dusun I menjalankan usaha pembuatan kerupuk berbahan dasar ubi. Produk ini menjadi salah satu usaha yang banyak dikembangkan masyarakat sebagai sumber penghasilan," ujarnya.

Mahasiswa Kukerta menjelaskan, empat aspek yang didata dipilih karena memiliki peran penting dalam pengembangan usaha.

NIB menjadi dasar legalitas usaha, sertifikasi halal meningkatkan kepercayaan konsumen, NPWP mendukung administrasi perpajakan, sementara pencantuman lokasi di Google Maps mempermudah masyarakat maupun calon pelanggan menemukan lokasi usaha.

Hasil kegiatan menunjukkan sebanyak 13 UMKM berhasil didaftarkan ke Google Maps.

Usaha tersebut meliputi Usaha Kerupuk Tepung Rumbio, Usaha Kerupuk Ubi Rumbio, Sate Ocu Rumbio, Es Cincau Rumbio, Usaha Kerupuk Maria Rumbio, Kedai Doli Rumbio, Jajanan Rumahan Bu Yola Rumbio, Usaha Keripik Ubi Bu Siti Rumbio, Usaha Keluarga Rumbio, Kedai Liza Bumbu Rumbio, Kerupuk Ubi Rumbio, Tahu Krispi Yosi Rumbio, serta Usaha Kerupuk Ubi Bu Fitriani.

Penanggung Jawab Survei UMKM Kukerta Berdampak Khusus Unri Desa Rumbio, Fajriatunisa Mudzalifa, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memetakan kondisi UMKM di desa.

"Kami berharap hasil survei ini dapat memberikan manfaat dan mendorong pelaku UMKM untuk melengkapi aspek legalitas usaha serta mencantumkan lokasi usahanya pada Google Maps sebagai upaya meningkatkan kemudahan akses informasi bagi masyarakat," terangnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus Unri berharap pelaku UMKM di Desa Rumbio dapat memperkuat legalitas usahanya sekaligus memperluas jangkauan pemasaran melalui pemanfaatan platform digital. (rls)