242 Mahasiswa Fakultas Keperawatan Unri Siap Jalankan Kukerta Berdampak 2026, Fokus Bangun Kampung Sehat

Sebanyak 242 mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau mengikuti Janji Kepaniteraan dan pelepasan Kukerta Berdampak 2026. Melalui tema Membangun Kampung Sehat, Inovatif, dan Berkelanjutan, mahasiswa diharapkan menghadirkan inovasi kesehatan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

242 Mahasiswa Fakultas Keperawatan Unri Siap Jalankan Kukerta Berdampak 2026, Fokus Bangun Kampung Sehat
Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Riau, Prof. Wan Nishfa Dewi, S.Kp., M.Ng., Ph.D saat memimpin Janji Kepaniteraan dan pelepasan Kukerta Berdampak 2026, Selasa (21/7/2026). (Sumber: Unri)

RINGKASAN BERITA:

  • Sebanyak 242 mahasiswa Fakultas Keperawatan Unri mengikuti Janji Kepaniteraan dan pelepasan Kukerta Berdampak 2026.
  • Kukerta tahun ini mengusung tema "Membangun Kampung Sehat, Inovatif, dan Berkelanjutan" sebagai bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat.
  • Dekan FKp Unri menegaskan Janji Kepaniteraan merupakan komitmen moral dan profesional untuk menjunjung etika profesi serta keselamatan pasien.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Sebanyak 242 mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau (FKp Unri) resmi dipersiapkan untuk menjalankan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Tahun 2026 dengan fokus mendorong pembangunan kampung yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan.

Pelepasan mahasiswa dirangkaikan dengan pengucapan Janji Kepaniteraan yang digelar di Aula Gedung Senangin Fakultas Perikanan dan Kelautan, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Keperawatan Unri, Prof. Wan Nishfa Dewi, S.Kp., M.Ng., Ph.D., serta dihadiri dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Keperawatan Unri.

Dalam sambutannya, Prof. Wan Nishfa mengatakan terdapat dua agenda utama dalam kegiatan tersebut, yakni Janji Kepaniteraan dan pelepasan mahasiswa Kukerta Berdampak Tahun 2026.

Ia menegaskan, Janji Kepaniteraan bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen moral dan profesional yang harus dipegang mahasiswa ketika memasuki dunia praktik klinik.

"Untuk Janji kepaniteraan, kami berharap hal ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan komitmen moral dan profesional yang harus dipegang teguh oleh setiap mahasiswa keperawatan saat memasuki dunia praktik klinik. Melalui pengucapan janji ini, mahasiswa diharapkan mampu menjunjung tinggi etika profesi, mengutamakan keselamatan pasien, menjaga integritas, serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan keperawatan secara bertanggung jawab," ujarnya.

Selain itu, Prof. Wan Nishfa menjelaskan Kukerta Berdampak Tahun 2026 menjadi bentuk kontribusi nyata Fakultas Keperawatan Universitas Riau dalam mendukung pembangunan masyarakat.

Mengusung tema "Membangun Kampung Sehat, Inovatif, dan Berkelanjutan," mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, memperkuat perilaku hidup sehat, serta membangun kolaborasi bersama pemerintah desa dan para pemangku kepentingan.

Sementara hal yang kedua, tuturnya, ialah tentang Kukerta Berdampak Tahun 2026.

Gelaran Kukerta yang dilaksanakan tahun ini, FKp Unri mengangkat tema Membangun Kampung Sehat, Inovatif, dan Berkelanjutan, tentunya hal ini merupakan wujud nyata kontribusi Fakultas Keperawatan Unri dalam mendukung pembangunan masyarakat.

"Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat perilaku hidup sehat, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan," kata dia.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan di desa maupun kelurahan tempat mereka mengabdi. (*)