Indonesia Raih 3 Perak dan 1 Perunggu di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026

Tim Indonesia membawa pulang tiga medali perak dan satu medali perunggu pada ajang International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 di Uzbekistan. Capaian tersebut meningkatkan perolehan medali Indonesia dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus mengantarkan Indonesia ke peringkat 28 dunia.

Indonesia Raih 3 Perak dan 1 Perunggu di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
Kontingen Indonesia mencatat peningkatan prestasi pada ajang The 58th International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 di Tashkent, Uzbekistan. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Indonesia meraih tiga medali perak dan satu medali perunggu pada International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 di Uzbekistan.
  • Capaian tersebut meningkatkan perolehan medali Indonesia dibandingkan tahun lalu dan menempatkan Indonesia di peringkat ke-28 dunia dari sekitar 95 negara.
  • Kemendikdasmen menilai keberhasilan ini merupakan hasil pembinaan berkelanjutan dan diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar Indonesia untuk berprestasi di bidang sains.

RIAUCERDAS.COM, BANTEN - Kontingen Indonesia mencatat peningkatan prestasi pada ajang The 58th International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 di Tashkent, Uzbekistan.

Empat murid binaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) berhasil mempersembahkan tiga medali perak dan satu medali perunggu.

Hasil tersebut juga membawa Indonesia menempati peringkat ke-28 dunia dari sekitar 95 negara peserta, sekaligus melampaui pencapaian tahun sebelumnya yang meraih dua medali perak dan dua medali perunggu.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengapresiasi keberhasilan para pelajar yang dinilai merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Selamat kepada adik-adik yang meraih tiga medali perak dan satu medali perunggu pada ajang IChO. Raihan prestasi ini merupakan hasil dari proses pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh Kemendikdasmen,” kata Maria.

Tiga medali perak diraih Renault Tjandera dari SMAS Santa Laurensia, Banten, Muhammad Arya Razan dari MAN Insan Cendekia Serpong, Banten, serta Aloysius Gonzaga Duta Setyawan dari SMA Kesatuan Bangsa, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sementara itu, medali perunggu dipersembahkan Ahmad Kautsar Al Ramadhani dari MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur.

Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (20/7/2026), peraih medali perak Muhammad Arya Razan mengaku bersyukur atas hasil yang diperolehnya setelah melalui rangkaian seleksi dan pembinaan yang panjang, mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN), pelatihan teori dan praktikum, hingga menjadi wakil Indonesia di Uzbekistan.

Arya juga mengajak generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan memberikan hasil terbaik dalam setiap kesempatan yang diperoleh.

Head Mentor Tim IChO Indonesia 2026, Deana Wahyuningrum, mengatakan peningkatan capaian tahun ini menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk menghadapi IChO tahun depan yang akan digelar di Taiwan.

Keberhasilan para peserta, lanjutnya, tidak terlepas dari dukungan sekolah, mentor, dan keluarga yang mendampingi proses pembinaan sejak tingkat nasional hingga internasional.

Guru Kimia MAN Insan Cendekia Serpong, Sartini Subaryatun, menyebut prestasi Arya merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dimulai sejak bangku SMP hingga mengikuti pemusatan latihan nasional.

"Perjuangannya cukup panjang. Arya sudah mengikuti berbagai kompetisi sejak SMP, kemudian menekuni bidang kimia di MAN Insan Cendekia Serpong hingga berhasil meraih medali emas OSN dan lolos pembinaan nasional. Kami sangat bangga melihatnya mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi adik-adik kelas untuk mengikuti jejaknya," ungkap Sartini.

Apresiasi juga disampaikan ayah Muhammad Arya Razan, Syaiful Rochman. Ia mengaku bangga atas pencapaian putranya yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

"Kami sebagai orang tua selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik. Alhamdulillah, perjuangan Arya membuahkan hasil. Saya sangat bangga karena ia telah mewakili Indonesia dan mengharumkan nama bangsa. Terima kasih kepada Kemendikdasmen melalui Puspresnas, para pembina, dan sekolah yang telah mendampingi seluruh proses pembinaan hingga kompetisi internasional," katanya.

Kemendikdasmen berharap capaian tersebut dapat memotivasi lebih banyak pelajar Indonesia untuk menekuni bidang sains, khususnya kimia.

Puspresnas juga berkomitmen melanjutkan pembinaan talenta secara berkelanjutan agar semakin banyak generasi muda Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di ajang internasional. (*)